sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukrim

Peristiwa

Laras Jatim

Agraria

LARAS JATENG

Olah Raga

LARAS JABAR

Bisnis

Pernak Pernik

» » Presiden RI Jokowi, Ingin Batam Menjadi Wilayah dengan Daya Saing Tinggi

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terlihat berbincang saat menggelar rapat terbatas, di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/12).
Jakarta, Laras Post - Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta jajaran terkait menggelar rapat terbatas mengenai pengembangan kawasan Batam. Rapat terbatas digelar di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/12). 

Pembahasan mengenai pengembangan kawasan Batam ini telah dilakukan beberapa kali. Kepala Negara mengatakan, pemerintah ingin menjadikan Batam dan sekitarnya sebagai wilayah yang memiliki daya saing yang lebih tinggi dan menarik bagi investor.

"Kita ingin Batam dan sekitarnya yang memiliki posisi strategis betul-betul bisa dikembangkan secara maksimal sehingga memiliki daya saing untuk kawasan ekonomi dan daya tarik untuk investor," ujar Presiden Jokowi, dalam pengantar rapat terbatas.

Presiden Joko Widodo ketika menggelar rapat terbatas dengan jajaran terkait, di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Dalam pembahasan ini, Presiden Jokowi, meminta laporan mengenai perkembangan wilayah Batam dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, mulai dari proses yang berkaitan dengan perizinan, pembangunan infrastruktur, hingga kepastian hukum bagi para investor.

Sebelumnya, pada rapat terakhir pada 30 Maret 2017, Presiden Jokowi menginginkan agar Batam yang telah berkembang menjadi suatu kawasan industri untuk ditata ulang agar dapat semakin bersaing dengan kawasan lainnya.

"Saya kira perlu dikelola lebih profesional lagi sehingga Batam menjadi sebuah kawasan ekonomi yang benar-benar bisa kita kembangkan, terutama untuk sentra industri. Pada saat terakhir saya ke Batam, saya melihat sendiri potensinya yang sangat besar, tapi mungkin di sisi kecepatan pelayanan yang paling banyak memang keluhan di bidang urusan pertanahan," ujar Presiden Jokowi, ketika itu. (Her/sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda