sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukrim

Peristiwa

Agraria

LARAS JATENG

Laras Jatim

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Satrad 242 Penjaga Wilayah Udara Timur Indonesia

Dansatrad 242 Tanjung Warari, Biak Letkol Eko Patra Teguh bersama Danlanud Manuhua, Biak Marsma TNI Fajar Adriyanto saat memberikan keterangan pers terkait peranan Radar militer 242.
Biak, Larast Post - Keamanan wilayah udara suatu negara menjadi mutlak, untuk itu perlu dukungan alutsista pertahanan yang memadai, salah satunya sistem radar.

Pun begitu, Indonesia yang memiliki wilayah kepulauan yang luas rawan adanya pelanggaran udara oleh bangsa asing. Dengan adanya satuan radar salah satunya Satrad 242 Tanjung Warari yang terdapat di Timur Indonesia tepatnya di Kabupaten Biak, Propinsi Papua. 

Satuan Radar 242 Tanjung Warari, Biak di bawah Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional IV/Biak (Kosek Hanudnas IV/Biak).

Radar Master T buatan Prancis di Satrad 242 Tanjung Warari, Biak, Papua.
Kosekhanudnas bertugas menyelenggarakan dan mengendalikan Operasi pertahanan udara di wilayahnya sesuai pembagian tanggung jawab geografis wilayah Hanudnas untuk mendukung tugas Kohanudnas, Kosekhanudnas IV dipimpin seorang Panglima yang bertanggung jawab kepada Panglima Kohanudnas.

Satuan Radar (Satrad) 242 Tanjung Warari, Kabupaten Biak, bertugas selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu dan 365 hari dalam setahun senantiasa dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga wilayah pertahanan udara khususnya di timur Indonesia.


"Kami beroperasi 24 jam dalam sehari 365 hari dalam setahun untuk memastikan seluruh rakyat Indonesia aman dan dapat tidur dengan nyeyak, anggota kami selalu siap siaga untuk menjaga dan mengamati seluruh wahana terbang yang ada di Papua bagian utara ini," terang Dansatrad 242 Tanjung Warari Biak, Letkol Lek Eko Patra Teguh saat menerima kunjungan para jurnalis peserta Press Tour Media Dirgantara 2018 Dispenau di Komplek Satrad 242 Tanjung Warari, Jumat (14/12).

Dijelaskannya Satrad 242 menyiapkan satuan radar pertama yang dibangun di Papua dan dioperasionalkan sejak tahun 2005.

Ditambahkan Eko, radar terdapat di Satrad 242 merupakan radar jenis Master T yang memiliki kemampuan _Early Warning_ (EW) atau deteksi dini serta _Ground Control Interception_ (GCI) atau pengendalian pesawat tempur dalam misi penyergapan.

"Kemampuan kami adalah early Warning (deteksi dini) juga pengendalian menyergap ketahanan udara nasional dalam mendukung tugas," jelasnya.

Keistimewaannya radar Master T buatan Prancis itu memiliki kemampuan tangkapan yang sangat detil, memiliki resolusi tinggi serta mampu membaca kontur guna menangkap sinyal objek.

"Contohnya bila ada dua pesawat melakukan formasi tempur secara vertikal, bila radar sipil hanya mendeteksi satu pesawat, namun radar kami dapat mendeteksi itu dua pesawat," ucap Dansatrad lagi.

Setiap pesawat yang tak berijin masuk ke wilayah Indonesia tentu saja akan langsung otomatis terhubung dengan sistem yang ada di Kosek Kohanudnas IV.

Letkol Yuris salah satu pejabat Dispenau saat berkunjung bersama rombongan Press Tour Media Dirgantara 2018 di Satrad 242 Tanjung Warari Biak, Papua.
"Kosek IV pun menangkap secara real time, sehingga dari Kosek IV akan terhubung dan langsung mengetahui apabila ada pesawat pesawat yang tidak berijin. karena sudah ada sistem RCIS dan SPGnya, di Kosek IV pun terdapat data datanya, dan jika tidak terdata di sana dapat dipastikan itu adalah pesawat tidak berijin atau blcak flight," terangnya lagi. 

Untuk itu bila terjadi ada pelanggaran itu, maka Panglima TNI akan memerintahkan Skadron Udara tempur untuk mengintercept dan mengidentifikasi pesawat tersebut kemana dan memiliki tujuan apa, dan lain sebagainya. "Apabila terbukti pesawat tersebut berbahaya maka dapat dilaksanakan penindakan, ada empat tindakan. Pertama membayang bayangi (Shadow), kemudian mengusir, kemudian Force down, terakhir apabila sangat berbahaya harus dihancurkan atau distroyed," tegasnya.

Posisi Radar 242 berada di posisi paling luar Indonesia paling utara dari Provinsi Papua sehingga sangat strategis. "Kita melihat dulu sejarah sekian tahun yang lalu Amerika juga pernah menancapkan Pangkalannya di sini sehingga pasti tidak sembarangan memperhitungkan posisi Biak. Karena posisi Biak sangat strategis berhadapan langsung dengan Pasifik," pungkasnya. 

Pada kesempatan itu, seluruh rombongan juga mendapatkan penjelasan mengenai tugas, fungsi serta hal-hal lain yang berkaitan dengan Satrad 242 yang disampaikan Dansatrad 242.

Turut hadir dalam kunjungan ini Danlanud Manuhua Biak Marsma TNI Fajar Adriyanto, M.Tr (Han) serta jajaran pejabat Dispenau.(her, sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda