sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Peristiwa

Hukrim

LARAS JATENG

Laras Jatim

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Sertu Christin, Berikan Semangat untuk Kaum Muda Mudi Papua

Perjuangan Seorang Anak Papua Hingga Menjadi Wara
Sersan Satu Christin bersama anak anak Biak, Papua yang kenakan baju adat Papua di Lanud Manuhua, Biak.
Biak, Larast Post - Sungguh hal tak mudah untuk menjadi seorang wanita Tentara Nasional Indonesia. Terlebih Wanita Angkatan Udara dari seorang anak Indonesia yang berdomisili di bagian timur Indonesia.

Namun hal itu tak mengurungkan langkah seorang dara cantik asal Kabupaten Biak, Propinsi Papua berdarah Ambon - Manado. Adalah Sertu Christin yang semula bercita cita ingin menjadi polisi. Christin mampu mengenyam pendidikan militer mulai dari proses pendaftaran hingga lolos pantukhir Scaba Wara di Yogyakarta.

“Ibu-bapak kan sudah tua, kuliah butuh biaya, lalu saya coba tes polisi tapi belum buka,” ucap Christin. 

Tekadnya yang bulat tak menyurutkan niatnya untuk menjadi seorang TNI. Selepas dari SMA Negeri 1 Biak tahun 2013, Christin mencari informasi pendaftaran Kowad (Korps Wanita Angkatan Darat). Namun masih belum jodoh, ia terbentur persyaratan karena faktor umur. Saat itu usianya masih 17 tahun kurang 3 bulan.

Jelang tahun berikutnya, putri pasangan George Tarumaselly dan Evi Kawulur yang memiliki nama lengkap Christina Tiara Tarumaselly langsung mendaftarkan diri untuk menjadi bintara wanita angkatan udara secara online di Lanud Manuhua Biak.

Sertu Christin di sela sela kegiatan Danlanud Manuhua Biak, Marsma TNI Fajar Adriyanto dalam mengiringi rombongan Press Tour Media Dirgantara 2018 di Biak, Propinsi Papua.

Saat itu usianya sudah mencapai 17 tahun 11 bulan. Namun karena seleksi penerimaan prajurit TNI AU dilakukan secara terpusat per wilayah, ia pun harus berjuang langsung ke Makassar sebagai pusat seleksi wilayah Indonesia Timur.

"Lalu saya disuruh ke Makassar, ongkos sendiri he he he,” jelasnya dengan tersenyum. Menurut Christin, anak-anak Papua yang ingin menjadi anggota TNI AU sering terkendala biaya untuk datang ke Makassar.

Karena satu-satunya wanita dari Papua yang mendaftar, Lajang bungsu yang lahir di Biak pada 10 April 1995 lalu itu langsung mendapat prioritas.

“Saya sendiri dari Papua dan mungkin diutamakan, karena nilai memuaskan saya lanjut tes terpusat di Solo bergabung dengan yang pria, setelah itu menjalani Pantukhir di Kaliurang Yogya dan terpilih masuk Wara,” terang Christin bercerita kepada Larast Post yang turut serta dalam kegiatan Press Tour Media Dirgantara 2018 di Biak, Papua (13-14/12).

Ia pun menjalani pendidikan Wara selama lima bulan di Kaliurang, Yogyakarta. Setelah dilantik menjadi sersan dua Wara, Christin memilih kejuruan kesehatan. Untuk itu ia harus melanjutkan pendidikan kejuruan kesehatan selama tiga bulan dan kemudian ditempatkan di RSAU Esnawan Antariksa, Jakarta.

Dinas selama tiga bulan di RSAU Esnawan, Christin dapat panggilan mengikuti Akademi Keperawatan yang harus dijalaninya selama tiga tahun. Tetap praktik di RSAU Esnawan sambil pendidikan Keperawatan.

Usai menyelesaikan pendidikan perawat yang dibiayai pemerintah. Christin mendapat tugas kedinasan di luar Pulau Jawa yaitu kampung halamannya sendiri Biak.

Dengan pengalaman tiga tahun di RSAU Esnawan, Christin pun memulai kariernya di rumah sakit Lanud Manuhua, Biak.

Namun berkat sejumlah prestasi dan hanya satu satunya Wara di Lanud Manuhua yang masih lajang. Sersan remaja yang baru sekitar tiga bulan UPK kenaikan pangkat menjadi Sersan Satu mendapat promosi menjadi Sespri Danlanud Manuhua selama empat bulan. Namun saat ini Christin mengemban tugas sebagai ajudan Danlanud Manuhua, Biak Marsma Fajar Adriyanto.

Berkaca dari cerita Christin seyogyanya generasi anak bangsa bagian Timur Indonesia khususnya Biak Papua tak berkecil hati untuk bercita cita menjadi seorang Wara maupun kesatuan lainnya.

Christin berharap anak anak Papua menginspirasi keberhasilannya, bahwa untuk menjadi seorang Wara maupun kesatuan lainnya yang terpenting memiliki tekad yang kuat.

"Saya berpesan kepada kaum muda mudi Papua kalau ining menjadi TNI harus berusaha, yang penting jaga diri tak semuanya harus pakai uang, harus percaya diri dan memiliki semangat untuk maju pantang menyerah," tandas Christin kepada Larast Post.(sugih)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda