sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukrim

Peristiwa

Agraria

LARAS JATENG

Laras Jatim

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Camat dan Lurah Sambangi Warga Penderita Kanker

Camat Pondok Melati Ika Indah Yarti bersama Lurah Jatimurni M Ali saat mendatangi Nova, warga penderita kanker payidara. 

Bekasi, Larast Post - Camat Pondok Melati Ika Indah Yarti bersama Lurah Jatimurni M Ali, Kepala UPTD Puskesmas Jati Melati dr. Julo, kader posyandu, menyambangi warga penderita kanker payudara, Nova Mega Sari Panoban,  Jumat (18/1/2019).

Nova (40) tinggal di RT 03/04 Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat. Namun ibu empat orang anak yang sudah dua tahun menderita kanker ini tidak memiliki KTP Kelurahan Jatimurni.. 

Lurah Jatimurni  H.M. Ali terharu melihat kondisi Nova yang tinggal di rumah petakan. Nova tinggal di kontrakan dengan ibu kandung dan dua anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). 

"Kami berkunjung ke sini (rumah Nova) sebagai bentuk peduli kepada sesama. Walaupun dia (Nova) tidak berKTP di wilayah ini, dia tinggal di wilayah kami," ujar Lurah Ali.

“Kami datang dalam bentuk satu tim penanganan reaksi cepat terhadap warga masyarakat yang memerlukan penanganan secara cepat,” jelasnya. 

Menurutnya, pihaknya bergerak menuju rumah penderita kanker tersebut berdasarkan pemantauan pendahuluan dari stafnya. 

Dari hasil pemantauan tersebut, pihaknya kemdudian melakukan langkah-langkah yang diperlukan. 

Dia mengakui, pihaknya tetap mengurus pengobatan Nova meski tidak berKTP di wilayah Jatimurni. 

Ali menegaskan, ada yayasan yang siap membantu pengobatan Nova. Yayasan tersebut bersedia membawa penderita kanker tersebut ke rumah sakit.  “Saya berharap Nova bisa ditangani dengan cepat,” terangnya. 

Camat  Pondok Melati Ika Indah Yarti menandaskan bahwa pihaknya berharap pihak yayasan segera meembaantu pengobatan Nova. "Sekiranya dari pihak yayasan tidak ada tindakan secara cepat, maka dalam waktu 12 jam kita akan ambil alih untuk membantu pengobatannya,” cetusnya. (egi)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda