sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukrim

Peristiwa

Laras Jatim

Agraria

LARAS JATENG

Olah Raga

LARAS JABAR

Bisnis

Pernak Pernik

» » FK-UKI Beri Pengobatan Gratis pada Korban Tsunami

Seorang korban terdampak Tsunami sedang mendapat pengobatan

Jakarta, Laras Post - Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (FK-UKI) Jakarta, bekerjasama dengan  Persatuan Pelayanan Kristen untuk Kesehatan Seluruh Indonesian (Pelkesi) memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat terdampak bencana alam Tsunami Selat Sunda di wilayah Banten

Saat masyarakat sedang menikmati liburan, awal tahun 2019, FKUKI dan Pelkesi menuju 5 desa di Teluk Sunda, untuk mengunjungi pengungsi dan masyarakat korban bencana alam Tsunami Selat Sunda. 

Sebelum melaksanakan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) didahului dengan kunjungan ke Kepala Dinas Kesehatan setempat dan Kapolres, untuk meminta ijin serta arahan lokasi. Team Dinas Kesehatan Pandeglang memeriksa semua bantuan obat yang akan dipakai untuk pelayanan kesehatan.

Dr. Louisa A Langi yang merupakan wakil Dekan 3 FK-UKI Jakarta  mengatakan, kegiatan Baksos ini berlangsung selama 5 hari dari tanggal
3-7 Januari 2019. “Saya sendiri ikut terjun langsung dalam memberikan pengotan gratis,” ujarnya saat ditemui di kantornya, FKUKI Jl. Mayjen Sutoyo No.2 Jakata Timur, pada Selasa (29/1/2019).

Seorang anak korban tsunami sedang mendapat pengobatan
Tim dari Pelkesi dan FKUKI, pada hari pertama melaksanakan pengobatan gratis di lokasi pengungsian di Desa Sukanegara, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. “Pada kesempatan itu, kami melayani masyarakat yang berobat sebanyak 70 pasien terdiri dari usia balita sampai dengan orang tua,” ungkap dr Louisa.

Pada hari ke 2, pengobatan gratis pindah ke Desa Makui, Kecamatan Labuan, Kabuapaten Pandeglang. Di tempat ini tim memberikan pengobatan kepada  122 Orang.

Pada hari ke 3, pengobatan gratis pindah ke Kampung Mataram, Desa Sukaramai, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang Banten, dengan jumlah pasien 87 Orang

Pada hari ke 4, kegiatan pengobatan gratis dilanjutkan di Kampung Pasauran 1, Desa Umbul Tanjung, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, dengan jumlah pasien sebanyak 82 orang.

“Kegiatan pengobatan gratis pada hari ke 5 dilanjutkan di Kampung Kepu, Desa Bantar Waru, Kecamatan Cinangka,  Kabupaten Serang ,” ujar dr Louisa.

Lebih lanjut dr Louisa mengatakan, mulai hari pertama sampai dengan hari terakhir dari setiap lokasi pengobatan gratis terdapat 5 penyakit tertinggi yang dialami masyarakat Banten pasca tsunami yaitu Rheumatoid Arthriti, ISPA, Gastritis, Cepalgia dan Hipertensi.

Selain dr. Louisa, dokter yang memberikan pelayanan pada pengobatan gratis ini,  ialah dr Heru Mustika (Alumnus FKUKI) dan Bruder Pakoko, Alumnus Akper RS Cikini.

“Kami bertiga mendapat penghargaan dari Bapak Andy Suhandi sebagai panitia penyelenggara penanganan dampak bencana Tsunami Selat Sunda yang diketahui oleh Kepala Desa Bantarwaru Bapak Oman Nurohman atas pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kampung Kepuh RT 01 RW 02 Desa Bantarwaru Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang dan sekitar daerah yang terkena dampak Tsunami Selat Sunda,” dr Louisa. 

Pada akhir pertemuan dr Louisa berharap, masyarakat Banten yang terkena dampak bencana pasca tsunami bulan yang lalu dapat segera pulih dan bencana alam lainnya tidak terjadi lagi. (Her).

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda