sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Ekbis

Pernak Pernik

Selebrity

» » Imam Masjid Harus Syiarkan Moderasi Beragama

Dirjen Bimas Islam Kemenag Muhammadiyah Amin berfoto bersama peserta Muktamar I IPIM
Jakarta, Laras Post – Imam masjid se-Indonesia diminta turut serta mensyiarkan moderasi beragama untuk kebersamaan umat.

“Imam masjid yang sekaligus adalah mubaligh perlu terus menyiarkan paham moderasi beragama untuk kebersamaan umat,” kata Direktur Jenderal Bimbingan Islam Kementerian Agama (Kemenag)  Muhamadiyah Amin, mewakili Menteri Agama (Menag) saat menutup muktamar perdana Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) seluruh Indonesia, pada Minggu (27/1/2019), di Jakarta Islamic Center (JIC), Jakarta.

Menurut Dirjen penting para imam masjid untuk memahami karakteristik jemaah dengan berbagai keragamannya.  “Dengan mengenal karakteristik jemaah, diharapkan imam masjid mampu menyampaikan syiar dengan cara yang tepat,” ujarnya.

Pada hakikatnya, lanjut Muhamadiyah Amin, melalui mimbar masjid seluruh umat Islam diingatkan agar bersatu dalam akidah dan ibadah. “Toleran dalam masalah-masalah furu’iyyah, serta mengedepankan prinsip saling melindungi dalam menjalankan muamalah dan ukhuwah,” tegasnya.

Dirjen menegaskan, keberadaan masjid di tengah umat, jangan hanya dilihat semata-mata sebagai wujud bangunan fisik saja. Namun hendaknya masjid dipandang sebagai lembaga umat yang multi-fungsi. “Fungsi masjid selalu terkait dengan kualitas umat. Baik dari aspek moral, spiritual, maupun kualitas kehidupan duniawi,” jelasnya.

Dirjen menegaskan, masjid memiliki peran yang sangat penting dalam membangun umat menjadi masyarakat yang bertakwa, sejahtera dan bermartabat.

Untuk itu, kegiatan-kegiatan dakwah dan pembinaan keagamaan di masjid perlu memperhatikan kebutuhan umat, termasuk kebutuhan kalangan generasi millenial.

“Sebetulnya generasi milennial memiliki keingintahuan dan minat mendalami agama. Namun mereka memerlukan pendekatan yang mungkin berbeda dengan pendekatan dakwah secara konvensional,” jelas Dirjen.

Lebih lanjut, Dirjen mengajak kepada para imam masjid untuk terus mengawal fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan pembinaan umat yang menebarkan pesan-pesan Islam yang moderat.

Masjid harus menjadi “rumah perubahan” bagi umat Islam menuju kualitas kehidupan ruhani, moral dan kehidupan sosial yang lebih baik. “Mari terus kita jaga persatuan umat, persatuan bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai bersama ini,” ajak Dirjen.

Muktamar yang dibuka oleh Wapres Jusuf Kalla tersebut berlangsung selama tiga hari, sejak 25 – 27 Januari 2019. (her, sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda