sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukrim

Peristiwa

Agraria

LARAS JATENG

Laras Jatim

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Kementerian ESDM Evaluasi Posko Nasional saat Jelang Natal dan Tahun Baru 2019



Jakarta, Larast Post – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah melaksanakan Posko Nasional ESDM Hari Raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Adapun tugas yang diemban antara lain meliputi memiliki tugas antara lain melakukan pengumpulan/inventarisasi data lapangan, melakukan koordinasi dan pengawasan lapangan terhadap fasilitas penyediaan dan pendistribusian BBM, gas, dan listrik dan Daerah Rawan Bencana di Indonesia. Kemudian melakukan evaluasi hasil koordinasi pengawasan mengenai penyediaan dan pendistribusian BBM, gas, listrik dan kebencanaan Geologi. Lalu melakukan penyusunan rekomendasi aksi tanggap darurat penanganan kelangkaan pasokan BBM, gas, listrik dan penanganan bencana alam. Sertamenyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan.

"Posko Nasional ESDM Natal 2018 dan Tahun 2019 ini berlangsung selama 22 hari, yaitu sejak tanggal 18 Desember 2018 hingga 8 Januari 2019," tandas Ramous dari Ditjen Migas dalam jumpa pers yang digelar di BPH Migas, Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Dalam jumpa pers yang dihadiri Supartoyo dari Badan Geologi,  Ramous dari Ditjen Migas, Direktur BBM Patuan Alfon S, Billy Indra L dari Pertamina, Adi Purwanto dari PLN, dan Nur Hidayanto dari Ditjen Ketenagalistrikan, diungkapkan hasil pelaksanaan Posko Nasional ESDM Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2019.

Pertama, Sektor Migas, kondisi ketersediaan (stok) BBM selama masa Posko Nasional ESDM adalah normal, tidak terjadi kelangkaan BBM selama masa Posko.Kemudian Coverage Day BBM per tanggal 7 Januari 2019 jenis premium : 21 hari, Pertalite : 22 hari, Pertamax/Akra 92 : 26 hari, Pertamax Turbo : 77 hari, Solar/Akrasol : 24 hari, Dexlite : 27 hari, Pertamina DEX: 29 hari, Avtur : 30 hari, Kerosene : 79 hari.

Kondisi Penyaluran BBM:  Premium RON 88 meningkat 3,6 % dibanding Daily Objective Throughput (DOT). Pertalite RON 90 turun 1,5% dibanding Daily Objective Throughput (DOT). Pertamax/Akra 92 turun 2,7 % dibanding Daily Objective Throughput (DOT).


Pertamax Turbo RON 98 turun 7,7 % dibanding Daily Objective Throughput (DOT). Solar/Akrasol turun 16 % dibanding Daily Objective Throughput (DOT). Dexlite turun 53,2 % dibanding Daily Objective Throughput (DOT). Pertamina Dex meningkat 4,7 % dibanding Daily Objective Throughput (DOT). Kerosene turun 27,5 % dibanding Daily Objective Throughput (DOT).
Avtur turun 4,4 % dibanding Daily Objective Throughput (DOT).

Terdapat 4 bandar udara dengan peningkatan pendistribusian tertinggi, yaitu Bandar Udara Soekarno-Hatta (CGK) di Banten, Ngurah Rai (DPS) di Bali, Kualanamu (KNO) di Medan dan Sultan Hasanuddin (UPG) di Makassar.

Di bidang gas, LPG mengalami penurunan penyaluran kepada Rumah Tangga sebesar 3,2 % dibanding Daily Objective Throughput (DOT). Kondisi bahan bakar gas dan jaringan gas bumi selama masa Posko adalah aman.

Sementara stok LPG Normal sebesar 396.587 MT dengan coverage day selama 19 hari.R ata-rata penyaluran LPG selama masa Posko Nataru sebesar 20.631 MT.

Kedua, Sektor Listrik. Secara umum kelistrikan nasional berada pada kondisi aman. Beban puncak mengalami penurunan pada tanggal 24 dan 25 Desember 2018, serta tanggal 31 Desember 2018 dan 1 Januari 2019.

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan di beberapa sistem kelistrikan, petugas PT PLN (Persero) telah siap dan siaga untuk mengamankan pasokan tenaga listrik kepada masyarakat dan obyek vital lainnya.M eski ada sistem kelistrikan mengalami pemadaman listrik bergilir (Sistem Kelistrikan Bima dan sistem kecil Manokwari), dapat diatasi oleh PT PLN (Persero) dengan memprioritaskan tempat-tempat ibadah dan perayaan natal, serta pusat-pusat keramaian tahun baru tidak padam sehingga tidak menyebabkan keresahan di masyarakat.

Ketiga, Sektor Geologi. Per tanggal 7 Januari 2019, 49 Gunung dalam kondisi Normal/ level I, 15 gunung dalam kondisi Waspada/level II, 4 gunung dalam kondisi Siaga/Level III, dan 1 gunung dalam kondisi Awas/level IV, di antaranya adalah; Status Gunung Sinabung (Awas), kegempaan Nihil. Status Anak Krakatau (Siaga), telah terjadi 20 kali gempa letusan, 6 kali gempa hembusan, 2 kali gempa vulkanik dan Tremor menerus amplitudo 2-9 mm.

Status Gunung Agung (Siaga), telah terjadi 1 kali gempa Hembusan, 1 kali gempa tektonik jauh dan 1 kali gempa tektonik lokal. Status Gunung Merapi (Waspada), telah terjadi 5 kali gempa Guguran, 2 kali gempa low frequency dan 2 gempa hybrid. Kemudian terkait bencana alam. Bencana Tsunami dan gelombang pasang Selat Sunda Tsunami dan gelombang pasang terjadi pada hari Sabtu malam pada tanggal 22 Desember 2018.

Wilayah terdampak bencana tsunami dan gelombang pasang adalah Lampung Selatan (Rajabasa, Kalianda, Sidomulyo, Ketibung), Serang Banten, dan Pandeglang (Pantai Tanjung Lesung, Teluk Lada, Penimbang dan Carita.Masa Tanggap Darurat adalah selama 14 hari di wilayah Pandeglang (22 Desember 2018 – 4 Januari 2019) dan 7 hari untuk wilayah Lampung Selatan (23 s.d. 29 Desember 2018).

Dampak tsunami Selat Sunda. Adapun dalam penyaluran BBM, Pertamina mengoperasikan semua SPBU di wilayah yang terdampak bencana. Lalu memonitor dan perbaikan pada lembaga penyalur yang terdampak tsunami. Lalu melakukan perubahan schedule sandar kapal.

Lalu Built Up Stock khusus 6 SPBU Pertamina yang terdampak tsunami. Satu SPBN AKR di Sumur, Pandeglang terdampak tsunami dan belum beroperasi. Penyalur tersebut berjarak ± 18 KM dari SPBU Pertamina di Cibaliung.

Lalu dalam penyaluran LPG, terjadi putusnya tali penambat kapal LPG di Depot Tj. Sekong. Marine Loading Arm (MLA) yang berfungsi untuk membongkar LPG dari kapal ke tangki penyimpanan mengalami sedikit kerusakan.

Perkiraan beroperasi kembali pada tanggal 15 Januari 2019. Saat ini pembongkaran dialihkan dengan menggunakan flexibel hose

Secara garis besar operasional dapat disimpulkan aman. Terdapat 121 pangkalan LPG yang terdampak Tsunami di 10 Kecamatan dan 304 pangkalan LPG yang tidak terdampak 
bencana. Namun penyaluran LPG 3 Kg dapat dikatakan normal.


Sementara, kelistrikan wilayah Banten (Tanjung Lesung, Pandeglang, Anyer), PT PLN langsung menurunkan 132 personel untuk melakukan pemulihan dan progres penormalan kelistrikan sudah mencapai 100% dengan 248 Gardu telah menyala.

Lampung Selatan dan sekitarnya, PT PLN menurunkan 40 orang tim pelayanan teknik yang telah 100% melaksanakan penormalan kelistrikan dengan 30 gardu nyala.

Puting Beliung Kabupaten Cirebon.  SPBU 34.45109 (jarak 5 KM dari lokasi Puting Beliung), SPBU 34.45155 (6 KM dari lokasi), SPBU 34.45118 (jarak 3 KM dari lokasi) tidak mengalami kerusakan berarti dan cenderung beroperasi dengan 
normal. 

Sistem Kelistrikan Jawa Bali dan sistem setempat tidak mengalami gangguan akibat kejadian puting beliung. Gardu distribusi dalam keadaan normal dan tidak terdapat kerusakan, namun sempat mengalami gangguan pada jaringan tegangan rendah, namun segera dipulihkan.

Longsor Cisolok Sukabumi, di Kecamatan Cisolok, terdapat 1 SPBU COCO 31.43301 yang terletak ± 30 KM dari lokasi longsor, namun distribusi BBM baik di Kawasan Pelabuhan Ratu sampai Cisolok tidak mengalami gangguan.

Terdapat 13 pangkalan LPG di Kecamatan Cisolok dan tidak mengalami kendala operasional.Konsumsi LPG 3 Kg rata-rata mencapai 1000 tabung/hari
SPPBE dan Agen LPG di Sukabumi beroperasi secara normal. (wan)


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda