sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Peristiwa

Hukrim

LARAS JATENG

Laras Jatim

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

INFO BOLA

» » Ketum NCW: Pengembalian Hasil Gratifikasi Tak Hapus Pidana

Ketum NCW C Herry SL
Jakarta, Larast Post – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima pengembalian uang dari anggota DPRD Kabupaten Bekasi, yang diduga hasil gratifikasi terkait proyek Meikarta di Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Network for Corruption Watch (NCW) C Herry SL mengatakan, pengembalian uang yang diduga hasil gratifikasi itu, tidak menghilangkan pidana. Pengembalian uang hasil korupsi atau gratifikasi oleh pihak yang diduga terlibat, tetap dapat dikenakan pidana,” tegasnya, pada Jumat (11/1/2019) di Jakarta.

Namun, lanjut C Herry SL, berdasarkan Pasal 12 C ayat [1] UU No 20 Tahun 2001 tentang Tipikor, jika penerima gratifikasi melaporkan gratifikasi yang diterimanya kepada KPK, maka dihapuskan pidananya.

“Penyampaian laporan tersebut harus dilakukan setelah paling lama 30 hari sejak gratifikasi dilakukan, sebagaimana amanat Pasal 12 C ayat (2) yang berbunyi; Penyampaian laporan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib dilakukan oleh penerima gratifikasi paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal gratifikasi tersebut diterima,” terang pegiat anti korupsi ini.

Dengan demikian, lanjut C Herry SL, anggota DPRD Kabupaten Bekasi yang diduga menerima gratifikasi terkait proyek Meikarta, pidananya tidak dapat dihapuskan, sekalipun telah mengembalikan uang kepada KPK. 

“Pengembalian tersebut sudah melampaui batas waktu 30 hari dan selain itu, kasusnya pun sudah terungkap, jadi, pidananya tidak dapat dihapus,” jelasnya.
Lebih lanjut C Herry SL menyebutkan, yang dimaksud dengan gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya. 

“Gratifikasi tersebut baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik,” ungkapnya.

KPK Periksa Anggota DPRD 

Sebelumnya, KPK memeriksa sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bekasi, terkait dugaan kasus gratifikasi proyek Meikarta. Dalam pemeriksaan tersebut ada anggota DPRD Kabupaten Bekasi yang mengembalikan uang yang diduga hasil gratifikasi Meikarta.
”Saat ini berjumlah sekitar Rp 100 juta yang dikembalikan kepada kami,” ungkap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, kepada wartawan pada Selasa (8/1/2019) di gedung KPK.

KPK saat ini telah memeriksa anggota DPRD mulai dari pimpinan sampai anggota, diantaranya Sunandar, Daris, Mustakim, Jejen Sayuti, Soleman, dan Taih Minarno.

Disebutkan, KPK telah mengendus adanya dugaan gratifikasi pada proses pembahasan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) oleh Pansus DPRD Kabupaten Bekasi, diduga menerima aliran dana, Pansus juga diduga mendapat biaya kunjungan ke Thailand dari pihak perusahaan yang berkepentingan dengan proyek Meikarta.

Dalam kasus Meikarta, KPK telah menetapkan sejumlah tersangka, diantaranya Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi Jamaluddin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Sahat MBJ Nahor, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati, dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas (PUPR) Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi.

Dari pihak perusahaan yang telah ditetapkan sebagai tersangka yakni, petinggi Lippo Group Billy Sindoro, dua konsultan Lippo Group, Fitri Djaja Purnama dan Taryadi, serta pegawai Lippo Henry Jasmen.

Selain itu, untuk mendalami kasus ini, KPK juga telah memeriksa puluhan saksi diantaranya sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bekasi, hingga mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. (her, ram)
















«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda