sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Peristiwa

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

INFO BOLA

» » Korban Banjir Rancamaya Kembali Beraktivitas, BPBD Rekomendasikan Dinas PUPR

Banjir di Bogor.
Bogor, Larast Post - Warga korban banjir di  Kelurahan Rancamaya dan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, sudah kembali beraktivitas seperti biasa, Kamis (3/1/2018). Sebelumnya, lebih dari  22 rumah terdampak banjir yang diakibatkan meluapnya sungai Cimakaci (anak sungai Cisadane), Rabu (2/1/2019) siang.

Meski sudah surut sejak Rabu sore, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Ganjar Gunawan mengatakan ia dan timnya masih terus melakukan penanganan dan monitoring terhadap kondisi terbaru.

”Untuk bencana banjir lintasan kemarin penanganannya sudah terkendali sehingga BPBD Kota Bogor tidak harus mendirikan posko bantuan maupun pernyataan tanggap darurat. Warga juga sudah mulai beraktivitas kembali,” ungkap Ganjar saat ditemui di kantor BPBD Kota Bogor, Kayu Manis, Tanah Sareal, Kota Bogor, Kamis (3/1/2019).

Sejauh ini, kata Ganjar, BPBD Kota Bogor tetap melakukan upaya penanganan terhadap kondisi yang ada, baik terhadap para korban yang masih membutuhkan bantuan maupun fasilitas masyarakat melalui monitoring dan koordinasi dengan aparat di wilayah setempat. 

“Pemkot Bogor sudah mengirimkan bantuan sesaat setelah mengetahui adanya banjir di Rancamaya. Tadi juga kami sudah kirimkan tambahan bantuan berupa 9 paket perlengkapan sekolah, 6 paket perlengkapan bayi, 18 paket sandang, 14 paket rekreasional dan lain sebagainya yang dikoordinasikan dengan aparat wilayah dan Dinas Sosial,” jelasnya.

BPBD, lanjutnya, juga sudah berkoordinasi dengan mendatangkan truk pemadam kebakaran untuk melakukan penyemprotan dan pembersihan jalan yang tertutup sisa lumpur agar tidak berbahaya saat dilalui warga.

“Tidak ada pos anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang kami ajukan. Namun kami hanya merekomendasikan dinas teknis yang mengajukan BTT guna keperluan teknis yang sifatnya mendesak, contohnya pelebaran sungai Cikamaki, pembangunan tanggul atau pengerukan gorong-gorong supaya air tidak meluap lagi,” tandasnya.

BPBD Kota Bogor juga mengimbau kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja. Sehingga masyarakat tahu dan paham apa yang penting dan harus diselamatkan lebih dulu.

”Ketika terjadi bencana masyarakat tahu dan paham berbuat apa dan pergi kemana untuk menyelamatkan diri maupun keluarganya. BPBD sendiri lebih mempersiapkan masyarakatnya agar waspada dan ketangguhan masyarakat ketika bencana terjadi, kami infokan terus ke wilayah mengenai potensi bencana, titiknya dan lain sebagainya,” pungkasnya. (vid/hms bgr)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda