sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Peristiwa

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

INFO BOLA

» » Mengurus Sertifikat Tanah Kini Lebih Mudah

Presiden Joko Widodo ketika menyampaikan sambutan dalam dalam acara penyerahan sertifikat hak atas tanah di Pendopo Kabupaten Blitar, Kamis (3/01). 
Blitar, Laras Post - Percepatan penerbitan sertifikat hak atas tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) merupakan salah satu program pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam beberapa tahun belakangan.

Sebagaimana yang sering disampaikan Presiden, program ini dijalankan untuk menanggapi berbagai keluhan masyarakat soal sengketa lahan karena ketiadaan sertifikat. Target yang sangat tinggi, hingga jutaan sertifikat, ditetapkan Presiden agar lebih banyak rakyat Indonesia memiliki sertifikat sebagai tanda bukti atas kepemilikan tanahnya.

"Setiap saya ke desa semuanya sama yang saya dengar, sengketa lahan. Karena 80 juta belum bersertifikat," kata Presiden Jokowi, dalam acara penyerahan sertifikat hak atas tanah oleh Presiden Joko Widodo di Pendopo Kabupaten Blitar, Kamis (3/01). 

Presiden Joko Widodo ketika menyerahkan sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat Blitar.
Dengan target tersebut, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional mencari cara untuk mempercepat pengurusan dan penerbitan sertifikat. Sistem pengurusan yang semula dirasakan rumit dan hanya menunggu inisiatif masyarakat untuk mengurus kini diubah dengan mekanisme jemput bola. Cakupan pengurusan pun semakin luas dan dilakukan serentak.

Sejak program ini digulirkan pada 2016, banyak masyarakat yang merasa terbantu dalam hal pengurusan sertifikat hak atas tanah. Salah satunya seorang warga, Sribatin (70 tahun) yang ditemui Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden di lokasi acara.

"Waktu mengurus sertifikat ini alhamdulillah saya mencari tanda tangan mudah, pelayanannya juga mudah. Semuanya mudah. Alhamdulillah," ucap Sribatin (ibu usia 70 Tahun itu).

Masyarakat mengangkat sertifikat yang telah diserahkan oleh Presiden.
Dirinya sempat menunjukkan sertifikat yang telah ia terima untuk sebidang tanah pertanian miliknya. Di lembar sertifikat tersebut tertera informasi mengenai lahan seluas 2.431 meter persegi di Desa Nglegok, Blitar, yang kini telah bersertifikat.

Selain itu, Ibu Sribatin mengaku memiliki tiga petak tanah lainnya yang kini sedang diurus sertifikatnya melalui program PTSL ini. Ia berharap agar kepemilikan terhadap ketiga bidang tanah tersebut juga diakui dengan terbitnya sertifikat hak atas tanah.

"Punya tanah sudah lama tapi belum pernah mengurus," tuturnya menambahkan.

Dalam acara yang sama, Presiden Joko Widodo sempat meminta seorang warga pemilik sertifikat yang selama ini merasa sulit melakukan pengurusan sertifikat untuk maju ke panggung. 

Salah seorang warga Ibu Karsiatun saat menceritakan pengalamannya mengurus sertifikat di hadapan Presiden.
Sementara itu, salah seorang warga Ibu Karsiatun, kelahiran tahun 1958, maju ke hadapan Presiden dan menceritakan pengalamannya mengurus sertifikat yang dahulu sangat terasa sulit. Katanya.

"Dulunya pernah mengurus sertifikat untuk kakak saya. _Ngojek_ sampai 25 _ojekan_ belum diberi," ujar Ibu Karsiatun, dihadapan Presiden.

"Waktu mengurus sertifikat dulu dilempar sana dilempar sini sampai 25 kali _ngojek_?" tanya Presiden penasaran.

"Tapi belum dapat," jawab Karsiatun, tersebut.

Ditempat terpisah seusai acara, penerima sertifikat atas lahan seluas 556 meter persegi itu merasa puas dan bersyukur kemudahan yang didapatnya dalam pengurusan sertifikat saat ini. Katanya. (Her/sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda