sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Ekbis

Pernak Pernik

Selebrity

Seni Budaya dan Hiburan

» » Presiden Jokowi: Akan Ada 60 Jabatan Pati Baru

Presiden Jokowi saat menjawab pertanyaan wartawan usai membuka Rapim TNI-Polri 2019
Jakarta, Laras Post – Akan ada restrukturisasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) sehingga ada jabatan untuk Panglima Tinggi (Pati) baru sekitar enam puluh jabatan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan rencana restrukturisasi di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI), sehingga akan ada jabatan untuk Pati baru sebanyak 60-an yang nanti bisa diisi dari kolonel untuk naik ke atas ke jabatan bintang.

“Ada 60 jabatan bintang baik satu, dua, dan tiga. Ya,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri Tahun 2019, di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019).

Lebih lanjut Presiden Jokowi mengatakan, telah memerintahkan kepada Menteri Hukum dan HAM, dan juga Panglima TNI untuk merevisi batas usia pensiun, terutama untuk Tamtama dan Bintara, dari  yang sekarang pensiunnya 53 ke 58.  “Untuk itu perlu dilakukan revisi atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI,” ujarnya.

Presiden Jokowi menyebutkan, perubahan usia pensiun untuk Tamtama dan Bintara dari 53 ke 58 dengan pertimbangan dalam batas usia itu masih dapat produktif. 

“Kalau umur 53 itu masih seger-segernya, masih produktif-produktifnya, karena itu, pemerintah ingin disamakan dengan batas usia pensiun Polri, ya itu 58 tahun. Ya itu saja,” jelasnya.

Revolusi Industri

Sebelumnya Presiden Jokowi mengatakan bahwa sekarang ini dengan adanya revolusi industri generasi keempat, jilid keempat ini betul-betul harus kita respon dan terutama TNI dan Polri ini perlu merespon secara cepat. “Mungkin dengan lebih menggiatkan lagi riset-riset untuk alutsista kita,” ujarnya.

Presiden menunjukkan contoh, misalnya penggunaan virtual reality, artificial intelligence, kemudian 3D printing yang negara-negara lain mungkin sudah mulai dikembangkan di sisi kemiliteran. (her, sg)



«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda