sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Peristiwa

Hukrim

LARAS JATENG

Laras Jatim

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Presiden RI Jokowi : Peluang E-Commerce di Indonesia Masih Sangat Besar

Presiden Joko Widodo ketika memberikan keterangan kepada wartawan seusai menghadiri acara hari ulang tahun (HUT) ke-9 BukaLapak di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis, (10/01).

Jakarta, Laras Post -
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memandang peluang dalam bisnis niaga elektronik atau _e-commerce_ di Indonesia masih sangat besar. Salah satu indikatornya adalah laporan riset bersama yang dikeluarkan dua bulan yang lalu oleh Google dan Temasek Singapura atas perkembangan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara.

Hal tersebut diungkapkan Presiden Joko Widodo saat menghadiri acara hari ulang tahun (HUT) ke-9 BukaLapak di Jakarta Convention Center (JCC), pada Kamis, 10 Januari 2019.

"Google dan Temasek memperkirakan nilai perdagangan _e-commerce_ di Indonesia di tahun 2018 adalah USD23,2 miliar atau sekitar Rp336 triliun _gross merchandise value_. Dan angka itu naik kurang lebih 114 persen dari tahun sebelumnya, sebuah lompatan yang sangat tinggi sekali," kata Presiden.

Presiden Joko Widodo (tengah) menekan tombol di acara hari ulang tahun (HUT) ke-9 BukaLapak.
Menurut Presiden, Google dan Temasek juga memprediksi bahwa angka itu akan naik dua kali lipat dalam enam tahun ke depan sehingga mencapai USD53 miliar di tahun 2025. "Kira-kira Rp700 triliun, gede sekali," lanjut Presiden Jokowi, menambahkan.

Di awal sambutannya, Presiden mengungkapkan bahwa jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia sebanyak 56 juta. Namun demikian, Presiden memandang masih banyak tantangan yang dihadapi oleh UMKM ini, antara lain yang berkaitan dengan membangun _brand_, desain yang mengikuti keinginan pasar, pengemasan produk yang menarik hingga permodalan dan akses masuk ke pasar.

"Kita lihat ini satu per satu akan bisa selesai kalau dunia usaha, swasta, bersama-sama dengan pemerintah membangun negara ini bersama-sama," ujarnya.

Presiden Joko Widodo ketika berswafoto dengan para karyawan BukaLapak.
Presiden menyayangkan jika produk UMKM yang memiliki kualitas bagus justru tidak bisa masuk ke pasar karena pengemasannya jelek atau nama _brand_-nya kurang menjual. Ia menuturkan ini berdasarkan pengamatannya setiap dirinya berkunjung ke daerah.

"Contoh yang saya tahu misalnya, furniture banyak UKM-UKM kita memiliki produk yang bagus, tapi tidak mengikuti tren pasar. Desainnya bagus, tapi warnanya tidak mengikuti juga keinginan pasar," tuturnya.

Presiden Joko Widodo saat memotong tumpeng di acara hari ulang tahun (HUT) ke-9 BukaLapak.
Hadirnya _start-up e-commerce_ seperti BukaLapak menurut Presiden adalah sebuah peluang untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut. Ketersambungan antara ekosistem _online_ dan ekosistem _offline_ juga dipandang Kepala Negara sebagai salah satu kekuatan besar untuk mengembangkan produk UMKM.

"Oleh sebab itu, pada kesempatan yang baik ini saya mengajak BukaLapak agar membangun ekosistem _online_ ini supaya tersambung dengan ekosistem _offline_-nya. Artinya seluruh UMKM yang ada di negara kita bisa masuk semuanya ke BukaLapak," imbuhnya. (Her/sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda