sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukrim

Peristiwa

Agraria

LARAS JATENG

Laras Jatim

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Serobot Tanah, Ahli Waris Menggugat

Jatiyah.

Pasuruan, Larast Post - Tanah sawah milik Sebidin Bin P. Banon dengan No. C desa  260, seluas 0,565 M. telah diwariskan kepada kelima anaknya yaitu Dul Hajar, B. Manan, Hapiyah, Jatiyah, dan Jauri.

Untuk ketiga anaknya Dul Hajar, b.Manan, Hapiyah sudah diwarisi sebidang tanah yang letaknya berpisah dengan hak waris lainya, terletak di Desa Jatigunting, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. 

Namun, sejak Sebidin Bin P. Banon meninggal tanah yang luasnya 0,565 M itu diwariskan kepada anaknya yang dua orang yaitu Jatiya dan Jahuri. 

Setelah itu tanah milik Jatiya dikelola dan digarap oleh orang lain yang bukan keluarga, yaitu Siti Ruslin. Jatiya dan Siti Ruslin membuat perjanjian terkait hasil panen. 

Seiring waktu, Siti Ruslin berkeinginan merebut tanah sawah tersebut dengan cara tipu daya yakni menagih hutang ke Jatiyah dengan modus dari bagi hasil panen yang telah diberikannya. 

“Jika hutang tidak terbayar tanah ini jadi miliknya," ungkap Siti Ruslin kepada Jatiyah. 

Sudah barang tentu hal tersebut membuat Jatiyah kaget. Jatiyah pun dipaksa menandatangani bukti surat pengalihan hak milik tanah sawah tersebut kepada anaknya Siti Ruslin, Ikhwan.

Namun pihak keluarga Jatiyah tidak setuju tanah diambil alih kepemilikan lantaran hutang yang belum terbayar.

Kepala Desa Jati Gunting Yudhi Iswanto saat dikonfirmasi, Kamis (10/1/2019), mengatakan dirinya tidak tahu persis permasalahan itu. Kejadian itu dia masih belum menjabat kades.

“Tahun 1985 saya masih sekolah. Kalau di tahun 1985 kadesnya masih Nur Akhsan dan Cariknya bernama Musrib,” ujarnya kepada Larast Post. 

“Itu kan tanahnya sudah bersertifikat atas nama Siti Ruslin mas. Kayaknya tanah tersebut sudah dijual," ungkap Yudhi. 

Yudhi mempersilakan Larast Post untuk konfirmasi ke mantan lurah dan cariknya. “Tanyakan kronologinya tanah sawah tersebut cara penjualannya, saya tidak tahu. Jika sampean ingin melihat letter c-nya saya tidak membawa. Yang membawa Kecamatan Wonorejo," katanya.

Nur Akhsan, mantan Lurah Jati Gunting yang menjabat dua periode saat ditemui juga mengatakan,  “Maaf mas terkait tanah nya bu Jatiyah itu saya juga tidak tahu karena di tahun 1985 itu saya juga masih belum menjabat lurah." 

“Saya waktu itu belum menjabat kades. Jika ada pegawai kelurahan yang menuduh saya itu namanya fitnah. Jelas-jelas saya tidak tahu,” terangnya. (dul)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

1 Comments:

  1. Kok saling lempar tanggug jawab...truus pantau boos..ksihan yg betul2 pux jak

    BalasHapus

Posting Komentar