sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Peristiwa

Hukrim

LARAS JATENG

Laras Jatim

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » FKUB Siap Sukseskan Pemilu Damai

Pengurus FKUB foto bersama Presiden Jokowi, Mensesneg Pratikno dan Menag Lukman Hakim Saifuddin
Bogor, Laras Post - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) siap turut mensukseskan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) yang aman, damai, rukun. 

“Beda pilihan boleh, beda partai boleh, tetapi kita selalu bersatu, rukun dalam semangat persaudaraan dan semangat cinta kasih sesama bangsa dari Sabang sampai Merauke, Miangas sampai Pulau Rote,” kata Ketua Umum FKUB Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, usai bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (18/3/2019) siang.

Sukahet menegaskan, menyukseskan Pemilu merupakan kewajiban moral FKUB apalagi sebagai tokoh agama. “Kita sanggup melaksanakan pemilu, mendukung pemilu dengan baik dan menjaga NKRI agar tetap rukun, aman, dan damai sehingga presiden, menteri, gubernur, bupati, wali kota, semuanya bisa membangun bangsa ini dengan lebih baik,” tegasnya.

Menurut Sukahet, dalam pertemuan dengan pengurus FKUB, Presiden Jokowi memberikan arahan untuk menangkal, meluruskan segala berita-berita yang tidak masuk akal, fitnah, hoaks. FKUB pun, lanjut Sukahet, siap melaksanakan arahan Presiden Jokowi itu.

“Kita punya majelis agama. Kita punya MUI, Parisada, PGI, Walubi, Matakin, dsb, itu sampai ke desa-desa. Kita selalu mengajak semangat toleransi, kebersamaan, kekeluargaan, dan selalu kita kumandangkan agar kita semuanya menjadi pemeluk agama yang baik, sekaligus menjadi warga negara yang baik, agar tidak ada lagi hoaks, fitnah, kebohongan, dsb,” terang Sukahet.

Dalam kesempatan bertemu Presiden Jokowi itu, menurut Sukahet, FKUB meminta agar Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri yang selama ini mendasari pembentukan FKUB, ditingkatkan status hukumnya menjadi Peraturan Presiden.

“Kami bersyukur respons Presiden, Mensesneg, dan Menteri Agama yang menerima kami kompak. Sudah diproses menjadi peraturan presiden, yang artinya nanti dananya dari APBN. Kemudian pemerintah daerah (gubernur, bupati, wali kota) tetap melakukan kewajibannya untuk menambah kekurangan-kekurangan sesuai dengan kebutuhan FKUB setempat,” ujar Sukahet.

Lapor Konferensi Nasional FKUB

Lebih lanjut Sukahet menyebutkan, pertemuan FKUB dengan Presiden Jokowi kali ini, untuk melaporkan hasil Konferensi Nasional FKUB V yang diselenggarakan pada 1 hingga 3 Maret lalu, di Makassar, di mana Presiden berhalangan hadir.

Selain itu, FKUB juga mengundang Presiden Jokowi untuk bisa membuka dan memberikan pengarahan pada Konferensi Nasional VI yang akan diselenggarakan April 2020 mendatang.

Presiden Jokowi pada kesempatan itu didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin. (her, sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda