sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Peristiwa

Hukrim

LARAS JATENG

Laras Jatim

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » » Hospital Without Border, Belgia dan Rotary Menolong Korban Tsunami di Petobo-Palu

Penyerahan simbolis bantuan HWB diwakili oleh Nazly Siregar Rtn Rotary Jakarta Metropolitan kepada BPK Edwin, Direktur RSIA NasanaPura,Petobo Palu.
Jakarta, Laras Post - Gempa Palu, Sulawesi Tengah, menyisakan kisah mendalam bagi dr. Louisa A Langi, Past President Rotary yang juga Wakil Dekan 3 Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (FKUKI). 

Louisa A Langi kemudian bercerita bagaimana terwujudnya penyerahan bantuan Huntara dari Rotary dan renovasi RSIA Nasana Pura di Petobo, Palu. 

Dia mengungkapkan, setelah satu minggu  peristiwa bencana alam gempah bumi tsunami di Palu,  dengan diantar seorang sahabat bernama dr Ellen, dirinya sampai di RSIA Nasara Pura Petobo-Palu.

"Sesampainya di sana, saya berdiri di lantai atas rumah sakit. Tak terasa air mata mengalir," ujarnya di FKUKI-Cililitan, Jakarta, Jum'at (1/3/2019).

Dia menuturkan, rasa sedih yang mendalam timbul melihat area Petobo yang luas kini hancur, tinggal puing-puing mobil bercampur rumah dan lumpur hitam yang naik setinggi 9 m dari perut bumi.

Area, sambungnya,  yang ditempati 14 ribuan Keluarga kini sepi membisu. Ketika diterpa angin hanya desauan hembusan angin yang terasa perih di hati dengan bau tak sedap.

"Ketika seorang bapak berkisah bahwa dirinya menyaksikan keluarganya, istri dan seorang anaknya yang telah meninggalkannya, bagai ditelan bumi  menambah haru dihati,"  tukasnya. 

Foto di Huntara, tahap ke2 didesa Sigi Biromaru, Palu.
Dia kemudian menceritakan  suatu keajaiban di mana lumpur yang saat itu mengalir dengan derasnya berhenti tepat di samping tembok rumah sakit. 

"Dan ajaibnya lagi lumpur belok di belakang rumah sakit dan menelan rumah-rumah  di belakang rumah sakit yang mengakibatkan bagian samping rumah sakit bangunannya hancur,"  cetusnya. 

"Saat kami turun melangkah di tengah pecahan kaca, reruntuhan tembok rumah sakit sambil mendengar kesaksian di ruangan-ruangan ini tempat bayi-bayi  yang baru dilahirkan, Direktur RS Bapak Edwin berkata, dokter kami harus bangkit, ini satu-satunya rumah sakit di Petobo yang dapat  melayani masyarakat," urainya. 

Saat itu juga, paparnya, dia berdoa kepada Tuhan agar ada bantuan untuk merenovasi RS Nasana Pura ini supaya bisa melayani masyarakat. 

Dia menyambung ucapannya, pada kunjungan berikutnya, Desember 2018, dirinya mengunjungi rumah sakit ini bersama sahabatnya dari Rotary Nasly Siregar dan diantar  dr Ellen Mentang DHSM, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia ( PERSI) Cabang Sulawesi Tengah. 

Louisa bersyukur, melalui sahabatnya Nazly Siregar, diperoleh bantuan biaya dari HWB Belgia untuk renovasi RSIA Nasana Pura.

"Tepatnya pada tanggal 9 Pebruari 2019 yang lalu sehari setelah penyerahan bantuan Huntara kepada  Bupati Palu oleh Mr Vincent didampingi Nazly Siregar, disaksikan  pimpinan ROTARY Distric 2410 dan 2420, bertempat di desa Sigi Biromaru-Palu.  Dan pada kesempatan yang sama dilakukan juga penyerahan bantuan  kepada RSIA Nasana Pura," ucapnya. (egi

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

1 Comments:

  1. Terimakasih infonya gan sukses terus...
    http://bit.ly/2yDujET

    BalasHapus

Posting Komentar