sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukrim

Peristiwa

Agraria

LARAS JATENG

Laras Jatim

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » KPK Sita Uang dari Ruang Kerja Menag

Menag saat menjawab pertanyaan wartawan
Jakarta, Laras Post – Penyidik KPK menyita uang ratusan juta berupa pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat, dari ruang Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Penyitaan dilakukan saat penyidik KPK melakukan penggeledahan di ruang kerja Menag, pada Senin (28/3/2019), terkait perkara dugaan suap Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy (Rommy) yang saat ini telah menyandang status tersangka.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengungkapkan, penyidik KPK menyita sejumlah uang dalam bentuk rupiah dan dolar dengan nilai ratusan juta rupiah dari ruang Menteri Agama. “Nanti detailnya tentu akan diupdate lebih lanjut," ungkapnya kepada wartawan di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, pada Senin (18/3/2019).

Selain menyita sejumlah uang, KPK juga menyita sejumlah dokumen dari tiga ruangan di Kemenag, yakni di ruang Menag, Sekjen Kemenag, dan Kepala Biro Kepegawaian.

Dari Kemenag, lanjut Febri, diamankan sejumlah dokumen terkait proses seleksi kepegawaian, baik bagaimana tahapannya dan hasilnya. “Diamankan juga dokumen terkait hukuman disiplin yang diberikan kepada salah satu tersangka," tegasnya.

Sementara itu di kantor PPP, KPK juga melakukan penggeledahan ruang Keta Umum, Bendahara Umum dan ruang administrasi. Dalam penggeledahan di kantor PPP, KPK juga meyita sejumlah dokumen, terkait posisi Rommy sebagai eks Ketua Umum. 

Menag Siap Beri Keterangan 

Sementara itu Menag Lukman Hakim Saifuddin mengatakan siap memberikan keterangan kepada KPK terkait kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan Romahurmuziy dan dua pejabat Kemenag.

“Saya mengajak seluruh ASN kemenag untuk memberikan dukungan penuh kepada KPK dan seluruh aparat penegak hukum kita dalam mengungkap kasus ini, sehingga ini bisa cepat dan ke depan kita bisa menatap lebih baik lagi,” kata Menag di Jakarta, Senin (18/3/2019).

Disinggung soal pemeriksaan Menag mengatakan, dirinya harus bisa menahan diri untuk tidak menyampaikan hal-hal yang terkait dengan materi hukum, langsung maupun tidak langsung. “Sebab saya belum memberikan keterangan resmi kepada KPK sehingga saya harus menghormati institusi negara, KPK,” tegasnya.

Sebelumnya, KPK mengamankan Romahurmuziy, bersama Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanuddin, dalam operasi tangkap tangan di Surabaya, pada Jumat (15/3/2019). 

Anggota DPR RI dan eks Ketua Umum PPP bersama kedua pejabat Kemenag itu kini ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kemenag pusat dan daerah. 

Romahurmuziy diduga menerima total Rp 300 juta untuk mengurus proses seleksi jabatan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur.

Muafaq diduga memberi uang sebesar Rp 50 juta pada Jumat (15/3/2019) kepada Romahurmuziy, sedangkan Haris diduga memberi Rp 250 juta pada 6 Februari 2019 lalu. (her, sg, ram)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda