sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Peristiwa

Hukrim

LARAS JATENG

Laras Jatim

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Pesan Santri di Magelang ke Presiden Jokowi : Jangan Lupa Bahagia

Presiden Joko Widodo ketika memberikan sambutan di Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salafi Induk, Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Sabtu (23/03). 
Magelang, Laras Post - Silaturahmi dengan para kiai, ulama, dan santri sudah sering dilakukan Presiden Joko Widodo. Setiap kunjungan pun selalu dihiasi kejadian unik dan menarik, termasuk saat Presiden mengunjungi Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salafi Induk, Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Sabtu (23/03).  

Saat itu Presiden meminta seorang santri untuk maju dan berdialog dengannya. Seorang santri tampak mengacung-acungkan sebuah papan berisi sebuah tulisan yang menarik perhatian Presiden.

Bisri Mustofa adalah santri yang dipilih Kepala Negara untuk berinteraksi dengannya. Lelaki asal Kendal ini pun maju sambil membawa papan yang ia acung-acungkan.

"Perkenalkan nama saya Bisri Mustofa, dipanggil Bisma,"  kata Bisri ketika diminta Presiden memperkenalkan namanya.

"Ini belum apa-apa sudah kreatif," ujar Presiden disambut riuh tawa para hadirin.

"Ini tulisannya 'Jangan lupa bahagia'. Kenapa nulis jangan lupa bahagia? Untuk siapa?" tanya Presiden.

"Untuk kita semua, Pak. Khususnya _panjenengan_ karena berkat _panjenengan_ santri diakui," jawab Bisri lugas.

Presiden Joko Widodo ketika berdialog dengan salah seorang santri yang membawa papan berisi tulisan "Jangan lupa bahagia" di Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salafi Induk, Tegalrejo, Kabupaten Magelang.
Pengakuan terhadap santri yang ia maksud adalah Hari Santri. Presiden pun memaparkan pada akhir tahun 2018, pemerintah telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri.

"Itu pengakuan negara terhadap peran ulama, peran santri atas semua pembangunan yang ada di negara ini," ucap Presiden.

Masih penasaran dengan alasan Bisri menulis pesan "Jangan lupa bahagia", Presiden kembali meminta Bisri untuk menjelaskannya. Presiden pun menuturkan bahwa dirinya selalu mensyukuri apa pun yang diberikan Allah kepadanya.

"Kita dilahirkan ibu kita. Hakikat kita dilahirkan di dunia untuk bahagia, Pak," ungkap Bisri disambut tepuk tangan ratusan santri yang hadir.

"Bahagia itu apa?" tanya Presiden.

"Bahagia itu taat ibadah kepada Gusti Allah. Takzim _kaleh_ pemerintah. _Nderek kalih_ syekh. Selalu tersenyum dalam keadaan apapun," tutur Bisri.

Presiden Joko Widodo ketika mengunjungi Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salafi Induk, Tegalrejo, Kabupaten Magelang.
Pembawaan Bisri yang santai dan humoris pun membuat suasana pertemuan semakin hangat. Ia kemudian diminta untuk menjelaskan tulisan di sisi lain papan tersebut, yaitu "Ojo nesu".

_"Nesu_ itu sifat yang tidak baik. _Ojo nesu_ berikan prinsip _kabeh kuwi ojo nganggo emosi._ Jadi semua sesuatu kalau pakai emosi akan tidak baik dan memberikan banyak _mudharat_ buat orang lain," ungkap Bisri.

"Jadi _ojo nesu_ itu kalau bahasa Indonesianya apa? Jangan marah, betul. Jadi segala sesuatu kalau dibawa emosi, dipikir dengan cara marah itu pasti menghasilkan sebuah hal yang tidak baik. Baik dalam memutuskan, baik dalam mengerjakan segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan kita _nggih_," kata Presiden mengamini pernyataan Bisri.

Di penghujung dialog, Presiden memberikan Bisri sebuah kenang-kenangan berupa album foto berisi foto keduanya saat berdialog. Bisri pun spontan mengucapkan rasa syukurnya atas kenang-kenangan tersebut.

"Ini kalau ditukar sepeda insyaallah bisa dapat lebih dari 20 sepeda," canda Presiden menutup dialog. (Her)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda