sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Peristiwa

Hukrim

LARAS JATENG

Laras Jatim

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » TMMD 104 Kodim Bekasi, Penyuluhan Bahaya Paham Radikalisme dan Terorisme pada SMK Trisaka

Penyuluhan bahaya paham radikalisme dan terorisme. 

Bekasi,  Laras Post - Satgas TMMD ke 104 Kodim 0507/Bekasi kembali  melaksanakan kegiatan non fisik dalam  penyuluhan dan sosialisasi mengenai bahaya paham radikalisme dan terorisme kepada pelajar SMK Trisaka, Jl. Swatantra V Kelurahan Jatirasa, Jatiasih, Kamis (21/3). 

Pada penyuluhan terhadap 76 peserta didik SMK Trisaka itu, pemateri disampaikan Kapten Inf. Alit Gusiantoro, Bintaldam Jaya. 

Kapten Inf Alit Gusiantoro menjelaskan, sebagaimana kita pahami, bahwa masyarakat dunia dan bangsa indonesia khususnya senantiasa dihantui oleh faham-faham radikal dan aksi-aksi terorisme yang mengancam stabilitas negara. 

"Seiring dengan kemajuan zaman, radikalisme dan terorisme juga mengikuti pesatnya perkembangan teknologi. Sehingga pengaruh dan jangkauannya mampu menembus batas-batas teritorial dan bersifat lintas negara. Faham radikal tercermin pada sikap ekstrim yang menghendaki perubahan secara cepat dan mendasar terhadap hal-hal yang dianggap fundamental oleh seseorang atau sekelompok radikalis," kata Kapten Inf. Alit Gusiantoro. 

Ia menambahkan, bahayanya sikap ekstrim ini biasanya diimplementasikan melalui tindakan-tindakan teror, ancaman dan anarkisme terhadap negara dan aparatnya.

Kemudian masalah terorisme di indonesia, menurutnya,  masih merupakan persoalan yang serius walaupun sudah banyak pelaku teror yang berhasil ditangkap dan menjalani proses hukum, serta sel-sel dan jaringan teroris yang dihancurkan. 

"Akan tetapi melihat eskalasi konflik di beberapa negara, khususnya di wilayah timur tengah yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, maka potensi radikalisme dan munculnya aksi-aksi terorisme dikhawatirkan akan terus ada," ujarnya. 

Selain itu katanya, hal lain yang perlu menjadi perhatian kita semua adalah munculnya gejala kebangkitan kelompok radikal kiri yang berideologi komunis (pki gaya baru). 

"Bangkitnya ideologi komunis ini dilakukan dengan cara menyusup ke berbagai lini, mulai dari ormas, partai sampai pada lembaga-lembaga negara. Hal itu terbukti dari gencarnya pihak-pihak tertentu yang menghendaki agar dicabutnya tap mprs no. 25 tahun 1966 tentang pembubaran partai komunis Indonesia," ucapnya. 

Kemudian Pemberantasan radikalisme, terorisme dan komunisme adalah masalah yang kompleks. Hal ini bukan tugas aparat keamanan saja, tetapi tugas kita semua. Kurangnya kesadaran dan partisipasi masyarakat bukan saja mempersulit pemberantasan, tetapi juga akan memberikan ruang hidup bagi para teroris.

"Oleh karena itu, peran aktif seluruh generasi  muda diharapkan harus proaktif dalam menyangkal  tentang Bahaya terorisme dan Radikalisme serta para masyarakat para tokohnya akan sangat membantu tugas," tegasnya. 

Lebih jauh disampaikan, tujuan diadakannya penyuluhan dan sosialisasi terhadap pelar SMK Trisaka tersebut tak lain karena sekarang ini banyak muncul aliran-aliran baru yang memiliki paham Islam Garis Keras maupun paham radikalisme. Dimana pada akhirnya menjurus pada terbentuknya aksi terorisme maupun kekerasan dengan dalih memperjuangkan Islam, seperti yang telah dilakukan kelompok ISIS.

Adi (15) salah satu siswa SMK Trisaka menuturkan dalam sosialisasi ini sagat membantu kita dalam peran pentinya generasi muda dalam menanggulanginya dan menekan paham radikal dan terorisme.

"Tak hanya itu kita juga sebagai generasi muda diajarkan  berpartisipasi dalam menyangkal Bahaya terorisme dan Radikalisme.Tak lupa kami mengucapkan trimakasih pada TNI yang telah memberi Materinya," tandasnya. (sg, egi) 

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda