sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukrim

Peristiwa

Laras Jatim

Agraria

LARAS JATENG

Olah Raga

LARAS JABAR

Bisnis

Pernak Pernik

» » Asprindo Dukung Prabowo-Sandi

Pengurus dan anggota Asprindo deklarasi dukungan kepada pasangan Prabowo-Sandi. 


Jakarta, Laras Post - Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (DPP Asprindo) resmi mendukung pasangan Capres-Cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Deklarasi dukungan yang digelar di sebuah rumah makan di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (13/4/2019), dihadiri Ketua Umum DPP Askrindo Jose Rizal, Ketua Dewan Pembina Asprindo Rizal Ramli, serta sejumlah pengurus dan anggota Asprindo.

Menurut Ketua Umum DPP Asprindo Jose Rizal, ada beberapa pertimbangan yang membuat Asprindo mendukung pasangan Prabowo-Sandi.

Dia melihat ekspor non-migas Indonesa dalam kurun waktu 2010-2016 terendah di antara 5 negara utama ASEAN. "Meskipun pada tahun 2010 Indonesia berada di peringat 3 dibawah Malaysia dan Thacland. Namun pada tahun 2016 Indonesia turun ke peringkat 4 dan Vietnam naik ke peringkat 3," tukasnya.

Dia menambahkan, salah satu faktor penting dari penurunan nilai ekspor non-migas Indonesia adalah rendahnya kontribusi UMKM terhadap nilai ekspor yang baru mencapai 15.7%.

"Kontnbusi ekspor UMKM lndonesia tertinggal dibanding Vietnam 17%, Philipina 25%, Malaysia 28%, Thailand 35%, bahkan Tiongkok 70%," terangnya.
Ketua Umum Asprindo Jose Rizal (tengah) bersama Ketua Dewan Pembina Asprindo Rizal Ramli (kiri).



Rendahnya, sambung Jose, kontribusi UMKM terhadap total ekspor non migas menggambarkan dua hal yakni rendahnya kepedulian dan keberpihakan pemerintah terhadap UMKM yang seharusnya menjadi lokomotif menuju pembangunan ekonomi berkelanjutan, sebagalmana banyak dipraktekan oleh negara-negara lain.

"Dan tidak adanya kebijakan preferensi dalam rangka eskalasi peran pengusaha bumiputera sebagaimana yang telah dilakukan PM Mahathir Mutummad pada awal 90-an sehingga 'Gini Ratio' antara pengusaha bumiputera dan non bumiputera semakin senjang," paparnya.

Dia mengemukakan, pertumbuhan ekonomi lndonesia berdasarkan GDP di antara 35 negara, berada pada urutan terbawah yakni 35 dengan pertumbuhan GDP 5.1%.

"Kondisi ini membuat Indonesia tertinggal Jauh dibandingkan Kambodja dl peringkat 8 dengan pertumbuhan 6,9%, Laos peringkat 9 dengan pertumbuhan 6.8%, Philipina 12 dengan penumbuhan 6,5%," urainya.

Asprindo, lanjutnya, melihat untuk mengatasi kebuntuan ekonomi nasionai dibutuhkan 'pemerintahan tenx' dalam mempercepat GDP Indonesia menjadi 6 besar dunia lebih cepat dari skenario IMF yakni 2023.

"Berdasarkan Hal itu,  DPP Asprindo menyatukan sikap bahwa tidak ada pilihan lain lebih dari pada penggantian presiden," cetusnya.

Sementara, Ketua Dewan Pembina Asprindo Rizal Ramli mengakui, pemerintahan Jokowi tidak pernah menyentuh usaha bumiputera. "Jadi, belum asa perubahan untuk usaha kecil," tandas mantan Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur itu.

Ekonom senior itu melihat pasangan 02 memiliki keinginan menerapkan Affirmative Policy. Kebijakan ini, sambungnya, yang akan memajukan perekonomian nasional.

Bertindak cepat

Jose Rizal kembali menegaskan bahwa DPP Asprindo mengharapkan presiden terpilih mendatang segera melakukan tindakan cepat untuk mencapai sasaran sebagai berikut;
Pertama, meningkatkan kontribusi UMKM terhadap ekspor non migas hingga 50% pada tahun 2024. Kedua, meningkatkan profesionalisme UMKM dengan membentuk Kementerian Kewirausahaan. 

Ketiga, meningkatkan status lembaga Rumah Dagang Indonesia dengan Peraturan Presiden dan akan berperan sebagai mitra pemerintah dalam merumuskan regulasi percepatan ekspor UKM dan sebagai ”commercial intermediaries" antara UMKM dan pasar global.

Keempat, ucapnya, meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara bertahap hingga 10% pada 2024, dengan mengorbankan sebagian APBN sebagai stimulator pertumbuhan ekonomi dan model pembangunan berbasis komunitas sebagai bagian integral dari transformation from state running government ke society and SME's running goverment yang merupakan ciri negara maju. (wan)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda