sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukrim

Peristiwa

Agraria

LARAS JATENG

Laras Jatim

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Jelang Pemilu, KPU Umumkan LHKPN Capres-Cawapres Hasil Verifikasi KPK

Tim Capres 01 dan 02 memperlihatkan LHKPN Capres-Cawapres disaksikan  Ketua KPU dan Ketua KPK.

Jakarta, Laras Post - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengumumkan daftar harta kekayaan kedua pasangan calon peserta Pilpres 2019. 

Adapun penyerahan daftar harta kekayaan kedua paslon sudah diserahkan pada Agustus 2018 silam. Joko Widodo, Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno menyerahkan laporan harta kekayaan pada tanggal 14 Agustus 2018, Prabowo Subianto menyerahkan tanggal 9 Agustus 2018,” dan telah diverifikasi oleh KPK sebagai instrumen  penyelenggara negara. 

Pengumuman kepatuhan LHKPN pasangan calon pilpres 2019 dihadiri Ketua KPK Agus Raharjo, Komisioner KPU Evi Nobida Ginting, anggota Bawaslu Fritz Edward, beserta perwakilan dari kedua pasangan capres dan cawapres peserta Pilpres 2019 bertempat ruang sidang gedung KPU Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, pengumuman tersebut dilakukan sebagai syarat pencalonan bahwa kedua pasangan calon (paslon) telah melaporkan seluruh harta kekayaannya ke KPK. 

Hal itu diakui Ketua KPK Agus Rahardjo. Meski sudah dilaporkan, Agus mengingatkan bahwa dokumen LHKPN harus selalu diperbarui untuk menjaga integritas dari para pasangan calon.

Agus mengingatkan bahwa kepatuhan terhadap LHKPN merupakan salah satu upaya mencegah korupsi para penyelenggara negara. Dengan prinsip transparansi, diharapkan para pemimpin nantinya dapat menghadirkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Saat itu pula Ketua KPU Arief Budiman memberi keterangan penyerahan LHKPN calon ke KPK dilakukan sebagai bentuk transparansi perolehan harta mereka untuk dipertanggungjawabkan di kemudian hari.

Hal ini juga dilakukan dalam rangka pencegahan tambahan dana signifikan namun tidak diketahui sumbernya. Apalagi, para pejabat publik akan diminta terus memperbarui total harta kekayaan mereka dengan deadline per tanggal 31 Maret setiap tahunnya.

“Jadi kita tahu perkembangan dari harta mereka. Kita bisa memonitor apakah mereka mengumpulkan hartanya wajar atau tidak kalau perkembangannya meningkat luar biasa," terang Arief Budiman.

Jumlah kekayaan total dari masing-masing calon, yakni Capres Joko Widodo memiliki kekayaan sebesar Rp50.2 miliar, Cawapres Ma'ruf Amin sebesar Rp12.3 miliar. Sementara Capres Prabowo Subianto memiliki kekayaan sebesar Rp1.9 triliun dan Cawapres Sandiaga sebesar Rp5 triliun. (rh)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda