sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukrim

Peristiwa

Agraria

LARAS JATENG

Laras Jatim

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Ketua DPR Minta Kemendag Kaji Pelarangan Ekspor CPO Indonesia oleh Uni Eropa

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. (Foto ist)

Jakarta, Laras Post - Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) diminta berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) guna mengkaji secara mendalam rencana pelarangan ekspor Crude Palm Oil (CPO) dari Indonesia oleh Parlemen Uni Eropa.

Hal itu diungkapkan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo terkait sikap diskriminatif Uni Eropa terhadap komoditas kelapa sawit Indonesia yang akan berdampak bagi sekitar 20 juta petani sawit Indonesia ataupun warga yang bekerja di usaha perkelapasawitan.

“Kita juga mendorong Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI bersama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI untuk melakukan upaya diplomasi parlemen ke Komite Lingkungan, Kesehatan Publik, dan Kemanan Pangan Parlemen Eropa atau Uni Eropa yang melarang ekspor CPO dari Indonesia guna membatalkan rencana pelarangan tersebut, mengingat diskriminasi sawit tersebut berdampak pada sosial ekonomi negara,” ujar Bamsoet, sapaan akrabnya, dalam siaran persnya, Selasa (9/4/2019).

Selain itu, sambung politisi Partai Golkar itu, pihaknya minta Kemendag bersama Kementerian Pertanian (Kementan) untuk dapat memiliki strategi nasional menghadapi serangan terhadap komoditas kelapa sawit di pasar Internasional.

“Kita juga mendorong Kementan dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta pabrik-pabrik yang memproduksi CPO untuk memperbaiki kualitas kelapa sawit sesuai standar internasional, seperti melakukan program peremajaan tanaman sawit (replanting) yang dapat meningkatkan hasil produksi kelapa sawit agar dapat bersaing dalam pemasaran CPO,” terang Bamsoet. (wan)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda