sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Peristiwa

Hukrim

LARAS JATENG

Laras Jatim

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Mahasiswa Bandar Lampung Gelar Diskusi Melenial Tanpa Hoax dan Golput.

Tampak para peserta mengikuti diskusi dengan serius
Bandar Lampung , Laras Post - Puluhan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi dan Universitas di Lampung, menggelar diskusi mellenial dengan tema 'Generasi Millenial Menyambut Pemilu 2019 Tanpa Hoaks dan Tanpa Golput' di Restoran Dunkin Donuts Lantai 2, Kedaton, Bandar Lampung, Sabtu (13/4/2019).

Diskusi Millenial ini diikuti sebanyak 50 mahasiswa dengan menghadirkan sejumlah narasumber seperti Sekretaris Jurusan Ilmu Komunikasi Unila Lampung Wulan Suciska, Kepala Bidang Desminasi Informasi Diskominfo dan Statistik Dinas Kominfo Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, anggota KPU Provinsi Lampung Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, Antoniyus.

Pada kesempatan itu, para narasumber memberikan pemaparan terkait peran penting generasi millenial untuk menciptakan Pemilihan Umum (Pemilu) tanpa berita bohon alias hoaks dan Golput (tidak ikut Pemilu/tidak menggunakan hak pilih sebagai warga negara).

"Penyebaran hoaks terbesar melalui media sosial dan pengguna media sosial kebanyakan usia muda. Bahayanya jika generasi muda ini terpapar hoaks, apalagi terkait pelaksanaan Pemilu, tentu ini akan banyak menyebabkan hal negatif," papar Wulan Suciska.

Sementara Ganjar Jationo menjelaskan, macam-macam Golput, diantaranya Golput ideologis, Golput teknis dan Golput apatis. 

Selanjutnya ia mengajak para mahasiswa dalam diskusi ini, menjadi agen atau duta anti hoaks dan Golput. "Masih ada waktu hingga 17 April mendatang, agar para pemilih pemula (generasi millenial) untuk mencari informasi akurat terkait pasangan calon," ajak Ganjar.

Sementara Antoniyus mengatakan, partisipasi masyarakat dalam Pemilu sangat penting, sehingga KPU terus melakukan sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi pemilih dan pemilih cerdas. "Golput memang hak individu, namun mengajak orang lain untuk golput bisa dijerat hukum terutama UU ITE," urainya.

Diskusi ini berlangsung seru karena banyaknya mahasiswa yang mengajukan pertanyaan kepada para narasumber. "Apa peran akademisi dalam menangkal hoaks dalam Pemilu," tanya Budi Ramadhan dari Universitas Bandar Lampung.

Wulan Suciska kemudian menjawab pertanyaan tersebut. "Sosialisasi seperti sekarang ini merupakan pengabdian para akademisi untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman dampak hoaks,” jawabannya.

Sementara Dewi Sulistiyana, dari Universitas Darmajaya menanyakan sejauh mana langkah Kominfo menangkal hoaks dan anti Golput. Pertanyaan ini dijawab oleh Ganjar Jationo. 

"Pemerintah Pusat dan Daerah telah bersinergi memberikan sosialisasi terkait Pemilu untuk memerangi hoaks dan menurunkan angka Golput," jawab Ganjar. (Egi/red)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda