sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Peristiwa

Hukrim

LARAS JATENG

Laras Jatim

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Polres Purbalingga Ungkap Kasus Penipuan CPNS dan Curanmor

Polres Purbalingga saat menggelar jumpa pers kasus curanmor dan penipuan CPNS.

Purbalingga, Laras Post - Kepolisian Resor Purbalingga, Jawa Tengah, berhasil mengungkap dua kasus tindak pidana yang terjadi di wilayahnya. 

Hal tersebut terungkap dalam jumpa pers yang digelar di Mapolres Purbalingga, Senin (8/4/2019) siang.

Kapolres Purbalingga AKBP Kholilur Rochman melalui Kasat Reskrim AKP Willy Budiyanto menyampaikan bahwa Polres Purbalingga berhasil mengungkap dua kasus yaitu tentang penipuan penerimaan CPNS dan pencurian sepeda motor.

Kasus penipuan CPNS, korban bernama Yuli Retnosari (27) warga Desa Bojong RT 1 RW 2, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Sedangkan pelaku yang berhasil diamankan berinisial SS (59) warga Desa Blambangan, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara. Tersangka berhasil diamankan berikut barang buktinya.

"Modus yang dilakukan tersangka yaitu menjanjikan bisa memasukan orang untuk menjadi CPNS Dinas Kesehatan Purbalingga karena kenal dengan sejumlah pejabat Kementerian Kesehatan di Jakarta. Tersangka juga mengeluarkan surat keputusan palsu untuk meyakinkan korbannya," jelas Willy.

Kasat Reskrim menambahkan, setelah sejumlah uang diserahkan oleh orang tua korban kepada tersangka pada Mei 2015. Ternyata status CPNS yang dijanjikan tersangka hingga tahun 2019 tidak terealisasi hingga kemudian dilaporkan kepada Polres Purbalingga.

Berdasarkan laporan korban kemudian dilakukan penyelidikan. Pelaku akhirnya berhasil diamankan berikut barang buktinya.Dari hasil pemeriksaan korban penipuan tersangka berjumlah satu orang, dengan kerugian uang hingga Rp 27 juta.

Barang bukti yang berhasil diamankan yaitu kwitansi penyerahan uang, petikan surat keputusan pengangkatan CPNS, surat pernyataan melaksanakan tugas, dan surat pengantar yang semuanya palsu. "Kepadanya kita kenakan pasal 378 KUHP subs Pasal 372 KUHP dengan ancamaan hukuman empat tahun penjara," ucapnya.

Untuk kasus kedua yang diungkap yaitu kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di Kelurahan Penambongan, Kecamatan/Kabupaten Purbalingga, Sabtu (30/3/2019). Korban adalah Robi Agung Santosa warga Kelurahan Penambongan RT 6 RW 7, Kecamatan/Kabupaten Purbalingga.

Sepeda motor korban diambil oleh tersangka bersama satu teman lainnya saat diparkir di teras rumah. Korban yang mendapati sepeda motornya hilang kemudian melaporkan kejadian kepada anggota Satreskrim dan selanjutnya melakukan pencarian secara bersama-sama.

"Saat dalam pencarian, sepeda motor korban ditemukan sedang dipakai seseorang di wilayah Desa Toyareka, Kecamatan Kemangkon. Selanjutnya dilakukan pengejaran dan tersangka berikut barang buktinya berhasil diamankan," kata Kasat Reskrim.

Tersangka yang diamankan yaitu HRJ (31) warga Klampok, Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara. Sedangkan satu rekan tersangka berinisial KNK (27) warga Purbalingga kabur dan saat ini masih dalam pengejaran. Untuk barang bukti yang diamankan satu unit sepeda motor jenis Kawasaki Ninja warna putih bernomor polisi R-2468-J, satu kunci letter T dan jaket warna hitam.

Kasat Reskrim menjelaskan modus yang dipakai tersangka yaitu mengambil sepeda motor yang terparkir di depan rumah. Selanjutnya menggunakan kunci T untuk menghidupkan sepeda motor yang menjadi sasaran pencuriannya.

"Tersangka sudah kita amankan dan kita kenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaaman hukuman maksimal 7 tahun penjara," pungkas Kasat Reskrim. (agus p)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda