sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukrim

Peristiwa

Laras Jatim

Agraria

LARAS JATENG

Olah Raga

LARAS JABAR

Bisnis

Pernak Pernik

» » Mendag: Stok Melimpah, Harga Normal Cenderung Turun

Mendag saat meninjau pasar Lawang
Malang, Laras Post – Segenap jajaran Kementerian Perdagangan terus merealisasikan komitmennya mengawal stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) hingga menjelang Lebaran 2019.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita kembali turun langsung ke pasar rakyat, kali ini ke Pasar Lawang dan Pasar Singosari di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (31/5/2019). Sehari sebelumnya, Kamis (30/5/2019), Mendag telah meninjau Pasar Cicadas Kota Bandung.

Mendag menegaskan, masyarakat di Malang dan secara umum di Jawa Timur tidak perlu mengkhawatirkan kondisi bapok saat menghadapi Lebaran beberapa hari ke depan. 

“Dibandingkan dengan Bandung, Jawa Barat, harga bapok di sini sangat stabil dan cenderng turun. Saya dapat sampaikan harga daging sapi di Jawa Timur adalah yang terendah dibanding daerah-daerah lain karena merupakan salah satu daerah pemasok. Pasokan bapok juga terpantau melimpah bahkan hingga Lebaran Haji,” ungkapnya.

Lebih lanjut Mendag menyebutkan, beberapa komoditas di Jawa Timur yang lebih murah dibandingkan daerah- daerah lainnya di Indonesia misalnya beras yang dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), telur ayam, minyak goreng, daging ayam, dan cabe rawit. Komoditas bawang putih yang beberapa minggu lalu sempat mengalami kenaikan, telah kembali normal ke tingkat harga Rp35.000/kg. Adapun, harga gula memiliki kecenderungan sedikit naik meski masih di bawah harga acuan.

Harga  dan  pasokan  bapok  di  Pasar Lawang  terpantau  aman, seperti  beras  premium  yang  dijual Rp10.000—12.000/kg, bawang merah Rp32.000/kg, bawang putih Rp32.000/kg, cabe merah besar Rp35.000/kg, cabe rawit merah Rp11.000/kg, daging ayam ras Rp34.000—35.000/kg, telur ayam ras Rp23.000/kg, daging sapi Rp110.000/kg, minyak goreng Rp11.000/liter, dan gula pasir Rp12.000/kg.

“Produk hortikultura ada yang mengalami sedikit kenaikan harga seperti cabe merah besar, dan yang harganya turun rendah seperti cabe rawit. Hal ini wajar terjadi pada produk hortikultura yang memang merupakan produk musiman. Namun demikian, Pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan harga antara konsumen, petani, dan peternak,” tutur Mendag.

Adapun di Pasar Singosari, harga juga terpantau aman terkendali seperti beras premium Mentik Wangi dijual Rp9.000/kg, bawang putih Rp30.000/kg, bawang merah Rp35.000/kg, cabe merah besar Rp40.000/kg, cabe rawit merah Rp8.500—15.000/kg, cabe merah keriting Rp18.000/kg, daging ayam ras Rp32.000—36.000/kg, telur ayam ras Rp20.500/kg, daging sapi Rp100.000—110.000/kg, minyak goreng Rp10.500—11.500/liter, dan gula pasir Rp11.000/kg. 

Dengan kestabilan pasokan dan harga ini, Mendag mengapresiasi pemerintah kabupaten, dinas provinsi, dinas kabupaten, seluruh pedagang, dan pengusaha yang berpartisipasi mengendalikan kondisi  bapok  selama  tiga  tahun  berturut-turut, khususnya  pada  hari  besar keagamaan  nasional (HBKN).

Mendag menambahkan, masih dalam rangka menjaga stabilitas bapok selama Ramadan dan menjelang Lebaran, Kemendag telah menugaskan tim penetrasi pasar sebanyak 240 personel yang mencegah upaya spekulasi harga bapok di 205 pasar di 34 provinsi. “Satgas pangan dari kepolisian juga memantau terus dan memastikan bahwa tidak ada satupun pedagang yang berani bertindak curang. Kami akan memantau terus,” tegas Mendag.

Selain meninjau harga dan pasokan bapok, pada kunjungan ke Kabupaten Malang kali ini, Mendag juga meninjau kondisi fisik Pasar Lawang yang sempat mengalami kebakaran. Kesempatan ini juga digunakan Mendag untuk mendiskusikan perencanaan proses revitalisasi Pasar Lawang dengan pemerintah daerah terkait. (her, sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda