sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukrim

Peristiwa

Agraria

LARAS JATENG

Laras Jatim

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Pelemahan Ekspor Dorong Defisit April 2019

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BPPP), Kasan, sebagai Pembicara pada kegiatan Lokakarya Kurikulum Program D4 Program Studi Manajemen Agribisnis Sekolah Vokasi IPB di Institut Pertanian Bogor, beberapa waktu lalu
Jakarta,  Laras Post – Neraca  perdagangan  bulan  April  2019  kembali  mengalami  defisit. Neraca ekspor dan impor April 2019 menunjukkan defisit cukup tinggi sebesar USD 2,5 miliar, dibandingkan bulan lalu yang mengalami surplus sebesar USD 0,7 miliar.

“Defisit neraca perdagangan bulan April 2019 disebabkan melemahnya ekspor akibat penurunan  permintaan  global,”  ujar  Kepala Badan  Pengkajian dan  Pengembangan Perdagangan, Kasan, dalam siaran pers yang Laras Post, terima pada Selasa (28/5/2019) di Jakarta.

Lebih  lanjut,  Kasan  menjelaskan,  defisit  bulan  April  juga  disebabkan  meningkatnya  defisit neraca perdagangan migas dari USD 0,4 miliar pada bulan lalu menjadi sebesar USD 1,5 miliar pada April 2019. Sementara itu, neraca perdagangan nonmigas juga menurun, dari surplus USD 1,1 miliar menjadi sebesar USD 1,0 miliar.

“Negara-negara mitra dagang seperti Amerika Serikat, India, Filipina, Belanda, dan Malaysia menyumbang surplus perdagangan nonmigas terbesar selama April 2019, yang secara total sebesar USD 2,0 miliar. Sementara itu, RRT, Thailand, Jepang, Australia, dan Korea Selatan menyumbang defisit perdagangan nonmigas terbesar yang secara total mencapai USD 3,0 miliar,” jelas Kasan.

Secara  kumulatif, neraca  perdagangan periode Januari-April 2019  masih  mengalami defisit USD 2,6 miliar. Hal ini disebabkan besarnya defisit neraca perdagangan migas yang mencapai USD 2,8 miliar, sedangkan neraca perdagangan nonmigas hanya menyumbang surplus sebesar USD 0,2 miliar.

Kondisi Gobal Tekan Kinerja Ekspor April 2019

Kinerja ekspor April 2019 tercatat USD 12,6 miliar atau turun 13,1 persen dibandingkan ekspor bulan yang sama tahun 2018 (YoY). Pelemahan ekspor tersebut disebabkan penurunan ekspor migas sebesar 37,1 persen dan penurunan ekspor nonmigas sebesar 11,0 persen. “Secara kumulatif, ekspor Januari-April 2019 sebesar USD 53,2 miliar, menurun sebesar 9,4 persen dibanding Januari—April 2018,” lanjut Kasan.

Secara rinci, ekspor pada April 2019 mengalami pelemahan pada semua sektor. Ekspor sektor pertanian tahun lalu naik 7,4 persen dan tahun ini turun 15,9 persen (YoY). Ekspor sektor industri tahun lalu naik 8,1  persen, sedangkan tahun ini turun 11,8 persen. Ekspor sektor pertambangan tahun lalu naik 12,7 persen, sedangkan tahun ini turun 6,5 persen. Adapun ekspor sektor migas tahun lalu naik 324,1 persen, sedangkan tahun ini turun 37,1 persen.

Secara kumulatif Januari-April 2019, ekspor seluruh sektor juga mengalami pelemahan. Ekspor sektor pertanian turun 3,3 persen (YoY) dan tahun lalu juga turun 5,2 persen. Ekspor sektor industri turun 7,8 persen, sementara tahun lalu naik 5,4 persen. Ekspor sektor pertambangan turun 12,3 persen, sedangkan tahun lalu naik 33,4 persen. Ekspor sektor migas turun 18,2 persen, sementara tahun lalu naik 2,5 persen.

Selain itu, penurunan ekspor nonmigas selama periode Januari—April 2019 juga dipicu melemahnya ekspor ke pasar sepuluh besar, kecuali Filipina dan Vietnam yang masing-masing naik sebesar 2,9 persen dan 27,1 persen. “Hal  ini  menunjukkan  kondisi  pelemahan  permintaan  pasar  negara-negara  tujuan  utama ekspor Indonesia,” jelas Kasan.

Impor April 2019 Menurun Dibanding April 2018

Impor bulan April 2019 tercatat mencapai USD 15,1 miliar, atau naik 12,2 persen dibandingkan impor pada Maret 2019 (MoM), namun mengalami penurunan 6,6 persen dibanding April 2018 (YoY). Penurunan impor pada April tahun lalu dipicu menurunnya impor nonmigas sebesar 7,0 persen dan impor migas yang turun sebesar 4,0 persen.

Secara kumulatif, total impor selama Januari—April 2019 mencapai USD 55,8 miliar, atau mengalami penurunan 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD 60,1 miliar. Penurunan impor Januari—April 2019 dipicu menurunnya permintaan impor migas yang cukup signifikan, yaitu sebesar 22,8 persen, serta impor nonmigas yang juga turun sebesar 4,5 persen.

Di sisi lain, penurunan impor periode Januari—April 2019 juga disebabkan menurunnya permintaan  impor  seluruh  golongan  barang.  Impor  barang  konsumsi  turun  sebesar  11,9 persen, impor bahan baku/penolong turun 7,1 persen, dan impor barang modal turun 5,4 persen. Barang-barang yang impornya mengalami  penurunan signifikan antara lain berupa bahan bakar dan pelumas (-33,4 persen), suku cadang dan perlengkapan otomotif (-15,8 persen), serta suku cadang dan perlengkapan barang modal (-8,8 persen). (her, sg)



«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda