sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukrim

Peristiwa

Agraria

LARAS JATENG

Laras Jatim

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » PWI Kecam Tindak Kekerasan pada Wartawan

Bandung, Laras Post  - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bandung, mengecam keras tindakan oknum aparat kepolisian terhadap  wartawan foto Iqbal Kusumadireza dan Prima Mulia, yang tengah melaksanakan tugas jurnalistik pada aksi May Day, Rabu, (1/5/2019) di seputaran Jalan Dipati Ukur Bandung.

“Tindakan oknum kepolisian yang melakukan kekerasan fisik dan ancaman akan menghabisi wartawan, merupakan bentuk pelecehan terhadap Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” kata Ketua PWI Kota Bandung Hardiyansyah.

Sebagai penegak hukum, lanjut Hardiyansyah, polisi seharusnya tahu bahkan melindungi wartawan dalam menjalankan tugasnya. Bukan malah semakin brutal setelah tahu itu adalah wartawan. “Ini sama saja pelecehan terhadap profesi wartawan,” tegasnya.

Hardiyansyah menyebutkan, Pasal 18 UU 40 Tahun 1999 mengatur bahwa terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran. “Selain itu, untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi,”  jelasnya.

Jadi, lanjut Hardiyansyah, apa yang dilakukan oknum polisi tersebut jelas-jelas merupakan pelanggaran keras terhadap pasal 18 tersebut dan ancamannya adalah pidana penjara 2 tahun atau denda paling banyak Rp. 500 juta.

Walau demikian, PWI Kota Bandung mengapresiasi Kapolrestabes Bandung  yang cepat merespon dan mengakui adanya tindakan diluar kontrol yang dilakukan anggotanya.

“Kita juga mendukung sikap Kapolrestabes Kota Bandung yang berjanji akan memproses sesuai mekanisme anggotanya. Untuk itu kita dukung dan kawal prosesnya,” pungkas Hardiyansyah. (djoko r)



«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda