sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukrim

Peristiwa

Laras Jatim

Agraria

LARAS JATENG

Olah Raga

LARAS JABAR

Bisnis

Pernak Pernik

» » Bukti Komitmen Transparansi, Kemendag Kembali Raih Opini WTP 2019 BPK RI

Mendag saat meraih Opini WTP 2019 dari BPK RI.
Jakarta, Laras Post - Salah satu pencapaian terbaik kembali diperoleh Kementerian Perdagangan dalam hal pengelolaan keuangan negara. Tahun ini, Kemendag kembali memperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahun 2018 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Opini WTP ini menjadi yang ke-8 kalinya diraih Kemendag secara berturut-turut sejak tahun 2011.

“Opini WTP ini menunjukkan kerja keras dan komitmen yang kuat dari jajaran Kemendag. Untuk itu, saya berterima kasih atas pembuktian komitmen dan tekad seluruh entitas di lingkungan Kemendag dalam menyajikan laporan keuangan yang memenuhi prinsip akuntabilitas dan sesuai standar akuntansi pemerintahan (SAP),” ucap Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Penyerahan opini atas Laporan Keuangan Tahun 2018 tersebut diterima Mendag dari Anggota II BPK Agus Joko Pramono, di Auditorium BPK RI, Rabu (12/6). Acara penyerahan tersebut juga dihadiri Menteri Keuangan dan sejumlah pimpinan kementerian/lembaga lainnya di lingkungan Auditorat Keuangan Negara II BPK RI.

Opini WTP merupakan peringkat tertinggi dan pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan yang didasarkan pada empat kriteria, yakni kesesuaian dengan SAP, kecukupan pengungkapan (adequate disclosures), kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan efektivitas sistem pengendalian internal.

Pada penyerahan WTP tersebut, Mendag mengungkapkan, masih ada catatan BPK yang perlu menjadi perhatian Kemendag. Catatan tersebut yaitu terkait proses hibah aset berupa gedung bangunan pasar dan peralatan mesin yang berasal dari dana tugas pembantuan, yang akan segera ditindaklanjuti Kemendag.

“Selain  tugas-tugas  yang  diberikan  Presiden  untuk  mengendalikan  harga  bahan  kebutuhan  pokok  dan menekan inflasi,  serta  meningkatkan ekspor dan  kerja  sama  dengan  negara lain;  Kemendag  juga  selalu menerapkan sistem pengendalian yang efektif dengan meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan negara dan akuntabilitas laporannya,” tambah Mendag.

Mendag Enggar melanjutkan, Kemendag akan terus berupaya mempertahankan opini WTP tersebut di waktu mendatang dengan memperkuat Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di setiap entitas dalam pengelolaan keuangan negara. Selain itu, juga mewujudkan zona integritas dan wilayah bebas korupsi/wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBK/WBBM) dalam setiap pelayanan kepada publik.(sg, wan)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda