sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Ekbis

Pernak Pernik

Selebrity

» » » BMKG Gelar Sekolah Lapang Iklim

Kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) tahap 3 di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.


Temanggung, Laras Post - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika  (BMKG) mengadakan Sekolah Lapang Iklim (SLI) tahap 3 di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Kegiatan diikuti oleh kelompok petani unggulan dari Kecamatan Kedu sejumlah 25 orang. SLI sendiri merupakan langkah kongkret BMKG dalam memperkuat kapasitas sektor pertanian terhadap dampak perubahan iklim yang sedang dan akan terjadi.

Dalam kegiatan SLI tahap 3 ini, para kelompok tani dibimbing untuk menerapkan pola bercocok tanam berdasarkan saran dan rekomendasi penyuluh lapang pertanian. Ada dua varietas padi yang digunakan, yaitu Padi Situ Bagendit dan Ciliwung. 

Mereka juga dibekali info kondisi iklim yang sedang terjadi pada satu musim tanam dari tim BMKG. Evaluasi pun rutin dilakukan setiap 10 hari (1 dasarian) untuk memonitor kondisi tanaman dan pertumbuhan hama sesuai dengan data lapang iklim.

Dalam proses budidayanya, terdapat beberapa hama penyakit yang menyerang berupa belalang, walang sangit, blast, jamur, ulat daun, penggerek batang, wereng hijau, tikus dan burung emprit. Dari beberapa hama penyakit tersebut, hampir semua bisa teratasi sesuai arahan PPL dan POPT. 

Beberapa hama menggunakan perlakuan khusus dalam pengendaliannya. Hama Tikus dengan pemasangan Trap Barrier System (TBS) berupa mulsa plastik yang dilengkapi perangkap. Sementara hama burung emprit dengan menggunakan jaring. Kerusakan terbesar diakibatkan oleh hama burung yang menyebabkan kerusakan kehilangan bulir padi hampir 10%.

Berdasarkan tiga sampel ubinan yang telah dilaksanakan oleh BPS Kabupaten Temanggung, diperoleh hasil pertanian terendah sebesar 6.2 Ton/Ha dan tertinggi sebesar 7.8 Ton/Ha dengan rata-rata produktivitas adalah 6.8 Ton/Ha. 

Mengingat beberapa serangan hama yang pernah terjadi, apabila dibandingkan dengan Tahun 2018, hasil produktivitas Sekolah Lapang Iklim BMKG masih lebih tinggi dari rata-rata Kabupaten sebesar 6.2 Ton/Ha dengan kenaikan produksi 9.7% dan rata-rata Kecamatan sebesar 6.1 Ton/Ha dengan kenaikan produksi 11.5%. (wan)








«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda