sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukrim

Peristiwa

Agraria

LARAS JATENG

Laras Jatim

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » JBMI: Suku Anak Dalam Jambi Harus Mendapat Kehidupan Layak

JBMI bersama Tim peneliti lainnya foto bersama Suku Anak Dalam Jambi.

Jambi, Laras Post - Jam'iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) bekerjasama STAI Jambi dan Badko HMI Jambi, POLTEKES Jambi, LSM KONTRAS melaksanakan Penelitian Suku Anak dalam dari 10 Juni - 17 Juli 2019,  di delapan Kabupaten Provinsi Jambi.

Tujuan penelitian meningkatkan status kehidupan yang layak terhadap suku terdalam dan terbelakang di Jambi tersebut dengan pendekatan agama, mereka diberikan pemahaman akhlak mulia dan aqidah serta mengenal ketuhanan sesuai amanat UUD 1945 dan Pancasila.

Albiner Sitompul saat memberikan permen kepada gadis kecil Suku Anak Dalam.

Albiner Sitompul salah satu Tim peneliti dari pihak JBMI mengatakan, suku Anak dalam yang tersebar di delapan Kabupaten diberikan pendidikan yang layak terutama generasi muda Suku Anak Dalam, mencegah serta menyelesaikan konflik yang kerap terjadi dalam rangka ketahanan nasional.

Menanak nasi dan kumpul bersama Suku Anak Dalam merupakan salah satu pendekatan istensif.

Albiner menyebutkan hasil Penelitian itu direncanakan akan membangun Pondok Pesantren khusus Generasi Muda Suku Anak Dalam, di Kabupaten Tebo dipadukan dengan membangun Balai Latihan Keterampilan teknik bangunan, teknik listrik dan motor.

Adapun delapan wilayah yang disasar peneliti antar lain, Kabupaten Batang Hari, Bungo, Merangin, Muaro Jambi, Sarolangun, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat dan Kabupetan Tebo.

Albiner sempat bercerita saat melakukan pendekatan terhadap Suku Anak Dalam itu, Tim peneliti melakukan pendekatan intensif seperti menyapa, memberikan permen. "Seperti yang kami lalukan terhadap gadis kecil Suku Anak Dalam kami sapa dengan sentuhan kasih yang dititipkan Allah SWT pada kami sambil memberi permen," ucapnya.

Hal dilakukannya saat rombongan peneliti bersama Suku Anak Dalam lainnya melaksanakan kegiatan budaya Melangun dari Sungai Traf Dusun Baru, Kecamatan Air Hitam,  Kabuoaten Sarolangun menuju tempat Melangun di Desa Jernih. 

"Kami berharap semoga kesedihan yang mereka rasakan atas meninggalnya saudara mereka dihadapi dengan sabar dan  cepat kembali normal menjalani kehidupan normal kembali, Aamiin," tandas Albiner.(her, sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda