sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Ekbis

Pernak Pernik

Selebrity

» » Proses PPDB MIN 21 Jakarta Telah Sesuai Juknis

Kepala Madrasah MIN 21 Jakarta, H. Mochamad Ansori, S. Ag. M. Pd. I
Jakarta, Laras Post - Madrasah Ibtidaiyah Negeri 21 (MIN 21) Jakarta Timur telah menggelar proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019-2020 sesuai Juknis yang telah ditetapkan Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta.

Kepala Madrasah (Kamad) MIN 21 Jakarta, H. Mochamad Ansori, S. Ag. M. Pd. I mengatakan, proses PPDB di MIN 21 Jakarta telah sesuai Juknis PPDB yang ditetapkan Kementerian Agama. "Seperti yang telah tertuang Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 631 Tahun 2019 Tentang Petunjuk Teknis Penerimaa Peserta Didik Baru Raudlatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, dan Madrasah Aliyah Kejuruan Tahun Pelajaran 2019/2020," jelas Ansori kepada Laras Post di Kantornya, Selasa (9/7/19).

Kamad MIN 21 Jakarta menyebutkan, bahwa proses PPDB itu telah menjalani tiga tahap, Gelombang I dan Gelombang II yang telah bergulir sejak Mei lalu dengan mekanisme seleksi umur via online.

Saat ini telah memasuki Gelombang ketiga yakni melalui tes psikotes sesuai arahan dari Kanwil Kemenag DKI Jakarta. "Melihat tingginya antusiasme masyarakat terhadap MIN 21 kami berkoordinasi dengan pihak Kanwil menggelar PPDB dengan proses seleksi tes Psikotes yang diturunkan langsung dari pihak Kanwil," ucap Ansori.

Adapun sistem PPDB online pada tahap 1 dan 2, Ansori mengungkapkan, bahwa tahun ini pihak MIN 21 sepenuhnya menyerahkan kepada pihak Kanwil yaitu melalui proses seleksi umur. "Berbeda dengan tahun lalu, pendaftaran PPDB via online, namun pihak kami mempunyai kewenangan untuk menseleksi lewat uji tes psikotes. Sedangkan saat ini kewenangan ada di pihak Kanwil yaitu seleksi umur," imbuhnya.

Hal itu, Kamad MIN 21 memiliki dua pandangan ada sisi baik dan kurang baik. "Pasti ada plus dan minusnya bila tahap seleksi melalui pihak sekolah kami sejak awal sudah tahu mana calon peserta didik yang layak atau tidak. Namun bila seleksi umur via Kanwil kami sejak awal tak dapat mengetahui mana calon siswa yang layak atau tidak," tukasnya.

Ansori mengakui, sebagai pihak sekolah  semua keputusan Kanwil Kemenag DKI Jakarta akan dilaksanakan sebaik mungkin, namun ke depan pihaknya akan mengajukan usulan usulan positif agar proses belajar mengajar dapat lebih baik lagi.

Ketika diminta tanggapannya terkait PPDB melalui mekanisme sistem zonasi yang dikeluhkan masyarakat, Ansori menilai, seyogyanya sistem zonasi itu perlu ditinjau ulang pada PPDB tahun berikutnya.(sugih)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda