sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukrim

Peristiwa

Laras Jatim

Agraria

LARAS JATENG

Olah Raga

LARAS JABAR

Bisnis

Pernak Pernik

» » KADI Lakukan Penyelidikan Anti Dumping Produk Impor BOPP Asal Malaysia dan China

Kegiatan ekspor impor Pelabuhan Tanjung Priok
Jakarta, Laras Post – Ketua Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) Bachrul Chairi mengatakan, KADI telah memulai penyelidikan anti dumping atas produk impor Biaxially Oriented Polypropylene (BOPP) asal  Malaysia  dan  China  dengan  pos  tarif  3920.20.10,  ex.3920.20.91,  dan  ex.3920.20.99  (perubahan nomor tarif 3920.20.10.00 dan 3920.20.90.00 pada BTKI 2012). Penyelidikan dimulai pada Rabu, (7/8/2019).

Bachrul menyebutkan, KADI telah menyampaikan informasi terkait dimulainya penyelidikan tersebut kepada pihak-pihak yang berkepentingan seperti industri dalam negeri, importir, eksportir/produsen dari negara yang dituduh, serta perwakilan  pemerintah  negara  yang  dituduh.  

“Bagi  pihak  yang  berkepentingan  diberikan  kesempatan untuk menyampaikan tambahan informasi, tanggapan secara tertulis, dan/atau permintaan dengar pendapat (hearing) yang berkaitan dengan penyelidikan dan kerugian,” ujarnya. 

Dasar hukum penyelidikan yaitu Pasal 5 Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2011 tentang Tindakan Antidumping, Tindakan Imbalan, dan Tindakan   Pengamanan Perdagangan, Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 76/M-DAG/PER/12/2012 tentang Tata Cara Penyelidikan Dalam Rangka Pengenaan Tindakan Antidumping dan Tindakan Imbalan, dan Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 53/M-DAG/PER/9/2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 76/M-DAG/PER/12/2012.

Selama tiga tahun terakhir total impor Indonesia untuk produk BOPP asal Malaysia dan China mengalami peningkatan dengan tren sebesar 11 persen. Pada 2016, total impor Indonesia dari kedua negara tertuduh tercatat sebesar 18.507 MT, kemudian melonjak menjadi 24.781MT pada 2017, dan menjadi 22.949 MT pada  2018.  Sementara, pangsa  impor  dari kedua  negara  tersebut  memiliki  nilai  dominan sebesar 51 persen dari total impor BOPP Indonesia. (her, sg, wan)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda