sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Ekbis

Pernak Pernik

Selebrity

» » Kepala Puskesmas Jatirahayu Ingin Memaksimalkan Pelayanan

Puskesmas Jatirayahu
Bekasi, Laras Post - Upaya ekstra dari tenaga kesehatan Puskesmas Jatirahayu, ingin memberikan pelayan persalinan maksimal. Hal itu diutarakan Kepala Puskesmas Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati Kota Bekasi, dr. Riris, Kamis (29/8/2019).

Dr. Riris mengatakan, tenaga kesehatan di Puskesmas Jatirahayu akan memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat.

"Tenaga kesehatan di Puskesmas Jatirahayu tetap semangat dalam melakukan pelayanan kesehatan. Terutama terkait penyakit-penyakit yang banyak di masyarakat," ucapnya.

     Kepala UPTD Puskesmas jati Rahayu dr Riris.

Dr. Riris menjelaskan, Puskesmas Jatirahayu dalam tahap renovasi total tapi tetap memberikan pelayan kepada para pasien.

“Sudah hampir satu bulan ruang Kepala Puskesmas dan ruang persalinan di renovasi. Kami berharap segera selasai akhir tahun ini, meski demikian kami tetap memberikan pelayanan umum gigi, dan pelayanan persalinan, namun saat ini belum menerima pasien yang melahirkan, karena keterbatasan ruang yang saat ini dalam tahap renovasi," paparnya.

Saat ini Puskesmas Jatirahayu menerima penyakit yang banyak dialami warga setempat berupa penyakit yang bersumber dari lingkungan dan pola hidup.

Data yang dimiliki Puskesmas Jatirahayu menunjukkan penyakit tersebut yakni ISPA, hipertensi, dyspepsia, penyakit pulpa dan jaringan perapiral, diare, penyakit gusi dan periodental, alergi kontak, influenza, serta penyakit kulit infeksi lain.

Selain melakukan pelayanan di Puskesmas, tenaga kesehatan melakukan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PISPK) agar dapat melakukan pelayanan terpadu. 

Dr. Riris menambahkan Puskesmas Jatirahayu melakukan beberapa strategi sebagai upaya pengentasan penyakit-penyakit yang ada di masyarakat beserta sasarannya.

“Ada beberapa upaya yang kami lakukan antara lain upaya promotif dengan penyuluhan luar dan dalam terkait ISPA, imunisasi, CTPS, PHBS, dan imbauan 3M Plus dalam mengatasi DBD. Sementara upaya preventif dilakukan melalui imunisasi, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), dan Posyandu balita, termasuk deteksi dini. Strategi tersebut dilaksanakan dengan melibatkan lintas sektor. Memberikan penyuluhan kepada sekolah-sekolah, para kader PKK, Posyandu,” pungkasnya. (Egi)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda