sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Selebrity

Seni Budaya dan Hiburan

» » PLN Memohon Maaf Untuk Pemadaman Yang Terjadi Akibat Gangguan Pada Sejumlah Pembangkit di Jawa

Pembangkit listrik (Foto:Ilustrasi).
Jakarta, Laras Post - Perusahaan Listrik Negara (PLN) memohon maaf atas pemadaman yang terjadi akibat Gas Turbin 1 sampai dengan 6 Suralaya mengalami  trip, sementara Gas Turbin 7 saat ini dalam posisi mati (Off). Selain itu Pembangkit Listrik Tenaga Gas Turbin Cilegon juga mengalami gangguan atau trip. 

Gangguan ini mengakibatkan aliran listrik di Jabodetabek mengalami pemadaman.

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya untuk pemadaman yang terjadi, saat ini upaya penormalan terus kami lakukan, bahkan beberapa Gardu Induk sudah mulai berhasil dilakukan penyalaan". Jelas Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN, I Made Suprateka.

Di Jawa Barat Jabar  terjadinya gangguan pada Transmisi SUTET 500 kV mengakibatkan padamnya sejumlah  Area sbb : Bandung, Bekasi, Cianjur, Cimahi, Cirebon, Garut, Karawang, Purwakarta, Majalaya, Sumedang, Tasikmalaya, Depok, Gunung Putri, Sukabumi dan Bogor.

“sekali lagi kami mohon maaf dan pengertian seluruh pelanggan yang terdampak akibat gangguan ini, kami berjanji akan melakukan dan mengerahkan upaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki sistem agar listrik kembali normal” Tutup Made.

Dari sisi perbaikan penyebab gangguan :
- sudah dilaksanakan pengamanan GSW yang putus, dan penyalaan kembali GT di Suralaya. 
- akan dilaksanakan scanning assesmen kondisi GSW yang se type.
- pengaturan beban dari UP2B untuk meminimalisir pemadaman. Pungkasnya.

Tanggapan warga
Salah seorang warga Bekasi, Djoko R menanggapi permintaan maaf PLN dengan nada jengkel, dia berharap tidak hanya meminta maaf tapi harus memikirkan kerugian konsumen.

"Mohon maaf doang, kerugian konsumen harusnya dipikirkan juga. Bisa dengan pemotongan harga atau apa?  Gak jelas PLN!". Ujar Djoko R, dengan nada jengkel. (Tim)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda