sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Ekbis

Pernak Pernik

Selebrity

» » Diduga Menyalahi Aturan IPAL dan AMDAL, Usut Tuntas Proyek Blok G Tanah Abang

Pembangunan Pasar Jaya Blok G Tanah Abang Jakarta Pusat.

Jakarta, Laras Post - Pengamat kebijakan publik Arthur Noijah SH menilai dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dari PD Pasar Jaya Blok G Tanah Abang Jakarta pusat hanyalah sekadar formalitas.

Arthur Noija menyatakan, pembangunan sejumlah gedung PD Pasar jaya tidak memiliki perspektif lingkungan. Ada dugaan para pengembang lalai menjalani prosedur perizinan pembangunan. Hal itu terbukti dalam proses pembangunan di Blok G tanpa adanya sosialisasi ke warga terisi dampak getaran alat proyek dan debu.

Abaikan Aturan?

Dalam prakteknya, aturan soal kewajiban pemasangan papan proyek ini dituangkan dalam keputusan gubernur.

Seperti yang tertuang dalam Pasal 9 Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 72 Tahun 2002 tentang Ketentuan Pengawasan Pelaksanaan Kegiatan Membangun di Propinsi DKI Jakarta

“Belum lagi ijin IMB dan papan proyek ada dugaan terindikasi ada kepentingan dalam proyek tersebut," ucap Athur, Kamis (5/9/19).

Salah satunya pembangunan sebuah proyek PD Pasar jaya Blok G tanah Abang yang saat ini masih berlangsung. Sementara dokumen Amdal belum dibuat ketika pembangunan dikerjakan. 

Arthur Noijah mengatakan, apabila proyek telah berjalan maka dokumen Amdal yang dibuat harus sudah siap.

Namun pada papan IMB tertera proyek pembangunan 4 sampai 3 lantai pembangunan lokasi penampungan sementara, perlu diusut bila IMB tersebut palsu.

Ketika dikonfirmasi awak media di lokasi proyek sejumlah karyawan PD Pasar mengakui, mereka beekrja hanya berdasarkan perintah. 

"Kami bekerja sesuai SPK yg dikeluarkan oleh PD Pasar Jaya," ujar pengawas di lokasi proyek blok G pasar Tanah Abang. 

Menurut pengawas itu para pegawai yang ada di lokasi sedang mengerjakan pembuatan lubang sejumlah 20 titik untuk pemasangan tiang pancang.

"Mengenai pemenang tender pembangunan pasar blok G saya belum tahu, diperkirakan sebulan lagi baru dilelang," pungkasnya sambil berjalan meninggalkan lokasi proyek, pada Sabtu (30/8/19) lalu. 

Adapun bunyi pasal pada Kepgub DKI Jakarta No. 72 tahun 2002 antara lain,
(1)  Sebelum dan selama kegiatan membangun dilaksanakan harus dipasang papan proyek yang mencantumkan nama proyek, nama pemilik, lokasi, tanggal izin, pemborong, dan Direksi Pengawas dengan cara pemasangan yang rapi dan kuat serta ditempatkan pada lokasi yang mudah dilihat.

(2)  Dalam hal proyek cukup besar, atau berada pada pekarangan yang luas maka papan proyek tersebut harus dipasang pada beberapa tempat yang mudah dilihat.

(3)  Bentuk ukuran dan warna papan proyek sebagaimana dimaksud pada ayat (1), akan ditetapkan kemudian.

Tak hanya itu, poin poin aturan dasar hukum diantaranya;

1. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung;

2. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan;

3. Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 72 Tahun 2002 tentang Ketentuan Pengawasan Pelaksanaan Kegiatan Membangun di Propinsi DKI Jakarta;

4. Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 107 Tahun 2012 tentang Papan Penyelenggaraan Bangunan Gedung.
(War)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda