sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukrim

Peristiwa

Laras Jatim

Agraria

LARAS JATENG

Olah Raga

LARAS JABAR

Bisnis

Pernak Pernik

» » Dinilai Memberatkan, Orang Tua Pelajar SMPN Kota Bekasi Keluhkan Dana Sumbangan Berqurban


Bekasi, Laras Post - Hari Idul Adha telah usai, namun beberapa hari setelah pelaksanaan pemotongan hewan qurban, terdapat sebagian para orang tua siswa SMPN di Kota Bekasi mengeluhkan sumbangan yang dinilai memberatkan.

Pasalnya para orang tua siswa khususnya peserta didik baru menilai Kepala Sekolah SMPN khususnya di Bekasi bergaya dermawan semata, bahkan diduga mencari keuntungan pribadi. 

Memang Kepala Sekolah membentuk panitia qurban dan menunjuk para pengurus Komite Sekolah.

Para orang tua mengeluh itu disebabkan anaknya yang baru masuk kelas VII merasa malu bila permintaan anaknya untuk sumbangan berqurban tidak dikabulkan. 

Betapa tidak, uang sumbangan yang berkisar Rp. 200.000,- per siswa itu kini menuai polemik.

Seperti yang ceritakan salah satu Ibu siswa, Nurliah, anaknya yang diterima di SMPN 13 di Kawasan Kelurahan Kotabaru melalui jalur zonasi mengeluhkan hal itu.

Nurliah mengeluh karena anak yang tertua juga baru masuk di salah satu SMAN di Bekasi Barat juga melalui jalur Zonasi yang juga harus mengeluarkan biaya yang sama.

Hal senada dialami Fatimah anak perempuannya diterima di kelas VII di SMPN 4, bersamaan anak yang lainnya pun baru masuk di salah satu SMAN bergengsi di kawasan Alexindo. 

Menurut ibu siswa itu, SMPN di Kota Bekasi rata rata memotong hingga tiga ekor sapi, 5 sampai 6 ekor kambing maupun domba. "Sungguh ironi, apakah hal itu tak berlebihan?," katanya.

Bila diakumulasikan uang kurban dari orang tua siswa Rp200.000,- per siswa dikalikan 1.100 siswa per sekolah jumlahnya bisa di kisaran dana di atas Rp120.000.000,- (seratus dua puluh juta rupiah).

"Disinilah kesempatan para Kepala Sekolah mendapat keuntungan pribadi," ucap sumber tersebut.

Walau pembagian daging kurban kepada warga lingkungan sekolah sudah melalui seleksi terutama kepada masyarakat yang berpendapatan rendah. Namun tetap saja dana sumbangan dinilai memberatkan.

Perlu diketahui bahwa Kepala SMPN 13 dan SMPN 4 agak tertutup kepada publik, khususnya para insan pers dan LSM.

Saat dikonfirmasi media ini pun mengenai sumbangan tersebut kedua Kepala Sekolah itu susah ditemui bahkan menghindar.

Dinas Pendidikan Kota Bekasi tak Lakukan Pemotongan Hewan Qurban

Sementara Dinas Pendidikan Kota Bekasi pada tahun ini tak melakukan hewan qurban karena tak memiliki sumber dana.

Kadisdik baru Dr. H. Inayatullah tidak mau membebani bawahannya. 

Nurliah mengungkapkan, yang menjadi pertanyaan kenapa begitu berani para Kepala Sekolah SMPN bergaya dermawan.

Ketua LSM Edward yang sangat memahami dunia pendidikan di Jabodetabek, tak setuju jika wartawan asal menulis berita yang menuduh sebagian besar Kepsek SMPN hanya mencari keuntungan pribadi.

"Bukan berarti saya membela yang salah. Akan tetapi diteliti dulu apa benar mencari keuntungan," kilah Edwar aktivis salah satu LSM yang profesional di bidang pendidikan tersebut. 

Lain halnya seorang pemerhati Pendidikan di Jakarta, Irsan menilai bisa saja para Kepala Sekolah mencari keuntungan pribadi. Namun dia menyebut hal itu harus diselidiki dulu dan investigasi.

Isran menyarankan agar pihak Dinas Pendidikan harus pro aktif menerima keluhan orang tua siswa baru tersebut. "Jangan sampai para orang tua siswa beranggapan liar bahwa, jangan jangan Kadisdik ada main dengan para Kepala Sekolah SMPN di Bekasi," tandasnya kepada Laras Post. (TIM)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda