sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Selebrity

Seni Budaya dan Hiburan

» » Dirjen PPI Terpilih sebagai Ketua ICO Council Periode Tahun 2019 - 2020

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Iman Pambagyo bersama Direktur Perundingan ASEAN, Donna Gultom, saat menghadiri Pertemuan AEM – ASEAN BAC Consultations ke-14, yang berlangsung di Don Chan Palace Hotel Vientiane, Laos, beberapa waktu lalu. (Foto: Ilustrasi)
Jakarta, Laras Post — Direktur Jenderal Perundingan  Perdagangan  Internasional  Kementerian  Perdagangan,  Iman  Pambagyo  terpilih sebagai Ketua Dewan Organisasi Kopi Internasional (International Coffee Organization/ICO Council) periode 2019 – 2020. Pemilihan dilakukan dalam pertemuan tahunan ke-125 ICO Council, pada 23–28 September 2019 di London, Inggris.

Mempertimbangkan peran dan kontribusi Indonesia di ICO, Dewan ICO menyepakati penunjukan Iman Pambagyo, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, sebagai Ketua Dewan ICO periode tahun 2019—2020, menggantikan Mrs. Stephanie Kung dari  Swiss.  

Seperti dalam siaran pers yang Laras Post terima, Senin (30/9/2019) di Jakarta, penetapan  Iman  Pambagyo  didukung  penuh, baik  oleh  kelompok  negara eksportir maupun negara importir. Ketua Dewan ICO ini akan bertugas memimpin kelanjutan pembahasan berbagai keputusan penting yang dihasilkan oleh Dewan ICO dan bekerja sama dengan Direktur Eksekutif ICO untuk melaksanakan keputusan tersebut dengan memobilisasi berbagai sumber daya.

Menanggapi hal ini, Menteri Perdagangan Enggartiasto mengatakan, penunjukan Dirjen PPI Iman Pambagyo sebagai Ketua Dewan ICO, selain merupakan pengakuan terhadap peran dan kontribusi Indonesia kepada ICO, juga merupakan refleksi dari kerpercayaan anggota kepada Indonesia untuk menakhodai ICO menghadapi berbagai tantangan, khususnya terkait dengan keberlanjutan ekonomi sektor kopi sebagai dampak dari krisis harga kopi global.

Secara terpisah, Dirjen Iman Pambagyo menyatakan, hal ini menunjukan, peran Indonesia pada Dewan ICO menjadi penting dan mencerminkan kepercayaan dunia pada Indonesia untuk mendorong kelangsungan ekonomi sektor kopi melalui kemitraan antara pemerintah, petani, dan sektor industri. 

“Hal ini tentunya sejalan dengan pernyataan Wakil Presiden Bapak Jusuf Kalla di forum PBB New York pada tanggal 25 September 2019, yang menyoroti turunnya harga biji kopi dunia dan perlunya ditempuh langkah-langkah terobosan,” terangnya.

Pertemuan ICO Council ke-125 dilaksanakan di tengah meningkatnya keprihatinan terhadap merosotnya harga kopi dunia sebesar 30 persen dalam dua tahun terakhir dan perlunya upaya mendorong kerja sama di antara anggota ICO untuk mengatasinya. Saat ini harga kopi global berada di bawah USD 2/kg.

Kelebihan pasokan kopi global selama ini ditengarai sebagai pemicu utama terus tertekannya harga kopi dunia. Meskipun terjadi peningkatan konsumsi kopi secara global sebesar 2,2 persen pada   beberapa   tahun   terakhir,   tingkat   pertumbuhannya   masih   jauh   di   bawah   tingkat pertumbuhan produksi kopi global sehingga belum mampu menyerap pasokan yang ada.

Untuk  meningkatkan  harga  kopi  global,  pada  2017  anggota  ICO  telah  menyepakati  Resolusi Nomor 645 untuk mendorong tingkat konsumsi kopi dunia guna menyeimbangkan tingkat pasokan dengan tingkat permintaan kopi dunia, yang nantinya diharapkan dapat menstabilkan harga.

Anggota ICO khawatir apabila terus merosotnya harga kopi dunia ini tidak segera ditangani, kelangsungan ekonomi sektor kopi akan terancam. Berdasarkan catatan, terdapat 25 juta petani kopi di dunia, yang mayoritasnya merupakan petani kecil, yang akan terdampak langsung penghidupan dan kesejahteraannya. Indonesia sendiri memiliki 1,8 juta petani kopi.

“Untuk memastikan keberlanjutan ekonomi sektor kopi, Indonesia berpandangan perlu adanya upaya bersama yang efektif untuk mengatasi merosotnya harga kopi. Kemitraan dan kerja sama antara petani dan industri kopi serta promosi konsumsi kopi harus didorong bersama oleh semua anggota  ICO,”  demikian  pernyataan  yang  disampaikan  oleh  Delegasi  RI  dalam  pertemuan tersebut.

Pertemuan Dewan ICO juga mencatat “London Declaration” pada 23 September 2019 yang sebelumnya disepakati oleh perusahaan-perusahaan multinasional yang bergerak di sektor kopi (seperti Nestle, Illy, Starbucks). 

Deklarasi ini pada intinya memandang penting kerja sama dan kemitraan antara pemerintah, industri, dan petani dalam mengatasi krisis harga kopi saat ini, khususnya untuk membantu para petani kecil yang merasakan dampak paling besar. Dewan ICO akan   membahas   langkah-langkah   spesifik   dan   konkret   dalam   menindaklanjuti   “London Declaration” ini. 

Mempertimbangkan peran dan kontribusi Indonesia di ICO, Dewan ICO menyepakati penunjukan Iman Pambagyo, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, sebagai Ketua Dewan ICO periode tahun 2019—2020, menggantikan Mrs. Stephanie Kung dari  Swiss.  

Penetapan  Iman  Pambagyo  ini  didukung  penuh, baik  oleh  kelompok  negara eksportir maupun negara importir. Ketua Dewan ICO ini akan bertugas memimpin kelanjutan pembahasan berbagai keputusan penting yang dihasilkan oleh Dewan ICO dan bekerja sama dengan Direktur Eksekutif ICO untuk melaksanakan keputusan tersebut dengan memobilisasi berbagai sumber daya. (her, sg, wan)



«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda