sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Ekbis

Pernak Pernik

Selebrity

» » Guna Peningkatan SDM, Laras Post Gelar Pelatihan Jurnalistik

Pemimpin Redaksi Laras Post, C. Herry SL foto bersama wartawan usai acara pelatihan jurnalistik.
Jakarta, Laras Post - Jajaran redaksi Laras Post menggelar pelatihan jurnalistik kepada para wartawannya. Tujuan pelatihan guna meningkatkan kualitas SDM wartawan Laras Post, sebagai garda terdepan media nasional ini. 

Demikian disampaikan Wakil Pemimpin Redaksi Laras Post, Akram SM, pada acara pembukaan pelatihan di kantor Laras Post, Jakarta, Rabu (11/9/19).

Menurutnya, pelatihan itu sangat dibutuhkan bagi setiap individu jurnalis dan akan lebih memudahkan tugas redaktur untuk melakukan editing. “Pelatihan ini diadakan, karena kebanyakan tulisan teman teman wartawan di lapangan, banyak yang belum memenuhi standar penulisan jurnalistik,” ujar pria yang juga berprofesi sebagai advokat ini.

Lebih lanjut,  dijelaskannya, sebagai wartawan harus banyak membaca media nasional, seperti Kompas dan Media Indonesia, sebagai  bahan rujukan. “Selain untuk menambah wawasan, juga bisa belajar gaya bahasa tulisan dari media nasional yang besar,” ungkapnya.

Pemimpin Redaksi Laras Post, C. Herry SL, mengatakan, pada pelatihan kali ini, pada intinya silaturahmi. Namun begitu seyogyanya wartawan mendapat pelatihan internal karena itu merupakan sudah kewajiban redaksi, seperti yang telah diserukan pihak Dewan Pers.

“Karena itu pelatihan ini penting sekali bagi setiap wartawan, guna membekali profesinya sebagai wartawan,” tegasnya saat menutup acara tersebut.

Pemred Laras Post saat memberikan arahan.
Sementara itu, Iwan Redaktur Laras Post, menerangkan, teknik penulisan berita wajib menggunakan pola What (Apa), Where (Dimana), When (Kapan), Who (Siapa) dan Why (Mengapa) serta How (Bagaimana), atau lebih dikenal dengan 5 W+1 H. 

“Standar penulisan itu harus menggunakan prinsip 5 W + 1 H, atau kalau bahasa Indonesianya Adiksimba (Apa, Dimana, Kapan, Siapa, Dimana dan Mengapa). Itu lebih mudah diingat,” kata pria jebolan IISIP Jakarta ini.

Iwan menambahkan, isi berita di media cetak adalah menggunakan piramida terbalik. Lead berita pada alinea pertama merupakan hal yang paling penting, terus menurun sampai hal yang tidak penting. Selain itu, isi berita haruslah fokus dan teratur. 

“Jangan asal nulis, awalnya menulis tentang KTP, kemudian di alinea berikutnya membahas tentang PBB. Ini tidak nyambung,” tandasnya.

Terakhir, Akram dan Iwan berharap agar pelatihan ini bisa dilaksanakan setiap dua minggu sekali, dan yang pasti hasilnya wartawan Laras Post semakin profesional dalam menjalankan tugasnya. (Haris)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda