sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Ekbis

Pernak Pernik

Selebrity

Seni Budaya dan Hiburan

» » Pentingnya Akreditasi Lembaga Kursus dan Pelatihan

Tim Asesor BANPAUDPNF visitasi akreditasi di LKP Dina Depok.
Depok, Laras Post - Masyarakat milenial saat ini sudah mulai cerdas untuk memilih Lembaga Kursus dan Pelatihan yang layak, yaitu sebuah lembaga yang sudah terakreditasi. 

Dan bagi LKP yang belum terakreditasi, cepat atau lambat akan ditinggalkan. Demikian disampaikan Umi Hani, Asesor Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal (BANPAUDPNF) saat ditemui disela-sela acara visitasi akreditasi di LKP Dina Depok, Jumat (6/9/19).

Lebih lanjut, di era gencarnya revolusi industri 4.O, diperlukan pendidikan yang dapat membentuk generasi yang kreatif,terampil, inovatif dan kompetitif. “Begitu juga dengan keberadaan LKP, dituntut untuk dapat  menyesuaikan perkembangan jaman, yakni optimalisasi keberadaan teknologi digital dan yang pasti harus terakreditasi,” imbuhnya.

Umi menambahkan, LKP yang terakreditasi, adalah LKP yang sudah mendapatkan pengakuan dari pemerintah, karena sudah memenuhi 8 standar yang sudah ditetapkan. “Jadi tujuan dari akreditasi suatu lembaga adalah untuk pengendalian dan penjaminan mutu. Ini sangatlah penting, bagi lembaga itu sendiri untuk tetap diminati oleh masyarakat,” ujarnya.

Tentang proses akreditasi LKP, Umi menerangkan, dalam pengajuan permohonan akreditasi LKP kepada BANPAUDPNF, dengan menggunakan Sistem Penilaian Akreditasi (Sispena) yang berbasis web. Data atau dokumen LKP tersebut harus diunggah dengan aplikasi Sispena. 

Setelah itu, pihak BANPAUDPNF akan melakukan visitasi, yakni mencocokkan dokumem yang sudah diunggah dengan kenyataan yang ada di lapangan. Kemudian, lembaga independen ini (BANPAUDPNF) melakukan validasi dan verifikasi, serta terakhir menetapkan status akreditasi LKP tersebut.

Ditanya tentang banyaknya LKP yang belum mengajukan permohonan akreditasi, Umi menjelaskan, bahwa kendalanya terletak pada kesiapan lembaga tersebut dari sisi teknologi digital dan pembiayaan. “LKP yang belum terakreditasi, tidak perlu khawatir, karena pihak kami akan mendorong pemerintah dalam hal ini Disdik setempat untuk melakukan supervisi dan pendampingan secara intens,” kata Umi.

Sementara itu, Dina Yulita, pimpinan LKP Dina di Depok, mengatakan, lembaganya saat ini sedang mengajukan proses akreditasi, harapannya agar LKP yang bergerak di bidang kursus salon dan tata rias pengantin itu dapat meningkatkan mutu kedepannya. 

“Meski, agak kerepotan karena belum terbiasa dengan IT. Tapi mau gak mau, kita harus belajar dan punya keyakinan untuk bisa, agar lembaga ini bisa tetap eksis dan banyak siswanya,” pungkasnya. (Haris/Vid)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda