sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukrim

Peristiwa

Laras Jatim

Agraria

LARAS JATENG

Olah Raga

LARAS JABAR

Bisnis

Pernak Pernik

» » Pertemuan Menteri RCEP ke-7 Tegaskan Konklusi Perundingan RCEP Tercapai November 2019

Para Menteri RCEP melakukan pertemuan tahunannya dalam rangka mendorong percepatan penyelesaian perundingan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP). Pertemuan dipimpin oleh Deputi Perdana Menteri dan Menteri Perdagangan Thailand Jurin Laksanawisit, selaku Ketua Menteri Ekonomi ASEAN
Bangkok, Laras Post – Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita menyatakan bahwa penyelesaian perundingan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Patnership/RCEP) akan membawa dampak positif bagi peningkatan nilai perdagangan dan investasi di kawasan, khususnya bagi Indonesia. Untuk itu, konklusi perundingan RCEP harus dipastikan tercapai pada November 2019.

Penegasan tersebut diungkapkan Mendag usai menghadiri Pertemuan Menteri RCEP ke-7 di Bangkok, Thailand, Minggu (8/9). Pertemuan yang dihadiri 16 Menteri Negara RCEP tersebut bertujuan meninjau perkembangan perundingan RCEP hingga saat ini dan menentukan langkah dan strategi dalam mencapai target penyelesaian RCEP secara substansial pada November 2019. Menteri Negara RCEP terdiri dari 10 Menteri Ekonomi ASEAN dan 6 Menteri Negara Mitra Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement/FTA) ASEAN, yaitu Australia, India, Jepang, Korea Selatan, China, dan Selandia Baru.

“Dengan diselesaikannya perundingan RCEP tahun ini, dapat memberikan sinyal positif terhadap kepastian dan stabilitas perkembangan pasar dunia yang diharapkan akan meningkatkan nilai perdagangan dan investasi di kawasan RCEP, khususnya bagi Indonesia,” ujar Mendag yang bertindak sebagai Koordinator Negara RCEP.

Mendag menggarisbawahi kembali tentang kekuatan perundingan RCEP yang merupakan pakta regional terbesar dunia, sehingga konklusinya akan signifikan bagi perekonomian dunia. RCEP mencakup 47,4 persen populasi dunia; 32,2 persen ekonomi global; 29,1 persen perdagangan global; dan 32,5 persen arus investasi global.

Menurut Mendag, setelah tujuh tahun berunding, perundingan RCEP saat ini berada di titik “point of no return”. Penyelesaiannya pada tahun ini sangat mendesak, apabila tidak, perundingan RCEP akan kehilangan momentum penting yang dapat mendorong perubahan dan kemajuan perekonomian dunia. Tekanan perdagangan dunia  saat ini semakin mengarah pada aksi tidak sehat,  yaitu  “retaliasi”.  Apabila  perundingan  ini  dapat  diselesaikan  pada  tahun  ini,  maka diharapkan akan memberikan dampak positif terhadap kondisi perlambatan ekonomi, proteksionisme, dan sentimen antiperdagangan.

“Para Menteri RCEP telah membahas langkah dan strategi penyelesaian atas sejumlah isu  penting dan fundamental yang harus dicakup dalam Perjanjian RCEP, namun sulit disepakati keenambelas Negara Peserta RCEP. Salah satunya yaitu penemuan solusi menghadapi 1 atau 2 negara yang memiliki posisi yang banyak memiliki perbedaan dengan negara mayoritas (outlier),” tegas Mendag. 
Pertemuan berlangsung intensif dalam format ASEAN Caucus dan ASEAN TROIKA Plus (AEM Chair, Country Coordinator, dan TNC Chair, serta AEM Singapura) dinilai produktif dan berhasil menjaga komitmen keenambelas negara pesertanya untuk memastikan penyelesaian perundingan pada November 2019. Peran Indonesia dan Singapura dalam mendorong hal ini, sangat dirasakan oleh seluruh Negara peserta RCEP, khususnya India sebagai peserta yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan isu-isu spesifiknya.

Pertemuan dengan pendekatan ASEAN TROIKA dengan masing-masing Negara FTA ASEAN juga dirasakan cukup efektif dalam mencapai target dan menghindari kebuntuan, khususnya sehubungan dengan posisi India yang dirasakan menghambat penyelesaian perundingan. Pertemuan dihadiri PM Thailand Prayut Chan-o-cha selaku Ketua ASEAN 2019, Mendag RI Enggartiasto Lukita sebagai Koordinator Negara RCEP, dan Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag RI Iman Pambagyo selaku Ketua Komite Perundingan RCEP.

Mendag juga sangat optimistis perundingan RCEP akan dapat diselesaikan secara substansial pada November 2019. Hal ini berkat dukungan dan komitmen para Menteri Negara Peserta RCEP yang disampaikan secara jelas melalui pemberian mandat penuh kepada para negosiator di setiap tingkatan perundingan agar memberikan fleksibilitas untuk menyelesaikan perundingan, serta mengalokasikan waktu dan sumber daya yang dibutuhkan.

Sebelumnya, pada Sabtu (8/9) Menteri Bidang Ekonomi ASEAN telah bertemu melakukan konsolidasi posisi ASEAN. Para Menteri ASEAN juga melakukan pertemuan bilateral dengan negara mitra FTAs dalam rangka menyusun strategi negosiasi sesi sidang pleno. Menteri Ekonomi ASEAN secara khusus meminta Negara Mitra FTAs untuk menunjukkan fleksibilitas dan solusi bagi isu-isu yang masih terkendala agar penyelesaian RCEP dapat tercapai dan diumumkan pada KTT ASEAN pada November 2019 di Thailand.

Pertemuan Menteri RCEP ini dilaksanakan dalam rangkaian Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN ke-51 dan Pertemuan Terkait Lainnya yang dilaksanakan pada 5--10 September 2019 di Bangkok, Thailand. (her, sg, wan)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda