sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukrim

Peristiwa

Laras Jatim

Agraria

LARAS JATENG

Olah Raga

LARAS JABAR

Bisnis

Pernak Pernik

» » Petani PT. SHS Sukamandi Tolak Pinjaman KUR BNI

Sosialisasi KUR BNI kepada para petani  PT. SHS Kantor di lokasi areal pertanian PT. SHS, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat

Subang, Laras Post - Sosialisasi pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Negara Indonesia (BNI) kepada para petani penggarap PT. Sang Hyang Seri (SHS) Kantor Kebun Produksi Sukamandi (KPKS) - Unit Bisnis Regional (UBR) 1 Sukamandi, di lokasi areal pertanian PT. SHS, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, Jumat (8/2/2019).

Acara sosialisasi dilakukan untuk membantu memberikan pinjaman dana kepada petani dalam hal permodalan kerja penggarapan atau budi daya benih di sawah/pertanian HGU PT. SHS tersebut.

Seperti diungkapkan oleh Pemimpin Kelompok Pinjaman Kredit BNI, Rahmat Santoso kepada Perak, usai menyampaikan tata cara pinjaman KUR kepada para petani yang hadir dalam acara tersebut.

“BNI suport dan terjun pada sektor produktif ini, bertujuan untuk membantu petani dalam pinjaman modal kerja dan kita kali ini, juga dibantu didampingi oleh stakeholder-stakeholder terkait, seperti dari pihak SHS yang sudah ahlinya dalam membidangi budi daya benih disini,” ujarnya.

Dalam tujuan ini lanjut Rahmat, “Kita bukan mempersulit petani, justru ingin menggaet petani agar lebih terencana dalam budi dayanya. Hal ini baru sosialisasi, belum ditetapkan, melainkan realisasinya akan ditetapkan secara simultan, karena kita rumuskan dulu dengan SHS. Namun, nanti untuk penyaluran pinjamannya langsung kepada petani, tidak melalui SHS, karena bukan bidangnya, SHS berperan dalam Budi daya benihnya,” katanya.

Rahmat menjelaskan, persyaratan untuk pengajuan KUR ini mudah, tidak menggunakan jaminan, minimal memiliki KTP elektronik dan untuk dokumen harus dilengkapi dengan SKU. Besaran bunga hanya 7% (Tujuh persen) dan untuk petani SHS dalam nominal pinjaman bisa mencapai Rp 25 juta, sesuai kebutuhannya.

Sementara itu, masih di waktu dan tempat yang sama, Mantan General Manager (GM) KPKS PT. SHS, Ahmad Yani yang sebelumnya mengetahui jelas atas perencanaan KUR dimaksud, menerangkan, pola realisasi dana pinjaman KUR BNI senilai Rp25 Juta per satu orang petani, rencananya secara bertahap, tahap pertama Rp 10 Juta untuk membayar 50% biaya sewa garapan per musimnya seluas 2 (Dua) Hektar sawah ke SHS, modal tanam Rp 10 Juta dan tahap keduanya Rp 5 Juta untuk modal kerja panen.

Menyikapi rencana pola realisasi pinjaman KUR itu, sejumlah petani binaan PT. SHS Sukamandi merasa keberatan dan tidak tertarik.

“Kami tidak tertarik dan menolak atas rencana realisasi pinjaman KUR ini, apalagi pola pencairannya juga tidak jelas. Kami kira, PT SHS yang pinjam duit KUR itu, untuk bayar hutang pembelian padi hasil panen kepada kami sejak tahun 2013 sampai 2015 yang belum lunas hingga kini, bahkan pembayaran padi musim kemarin juga belum, janjinya hanya satu bulan, hingga sekarang mau panen lagi,” ungkap mereka usai menghadiri undangan sosialisasi KUR tersebut.

Kegiatan itu dihadiri juga oleh Direktur Utama (Dirut) PT. SHS, Karyawan Gunarso, Direktur Keuangan PT. SHS, Maryadi, Mantan GM KPKS, Ahmad Yani, GM UBR 1 Sukamandi, Ateng Sudrajat, perwakilan BNI pusat, Pamanukan dan Subang, serta puluhan petani binaan PT. SHS. (Asep/Dikin)


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

1 Comments:

  1. Kabar baikAllah yang Maha Kuasa telah begitu setia kepada saya dan seluruh keluarga saya untuk menggunakan perusahaan pinjaman ibu Emily untuk mengubah situasi keuangan hidup saya untuk kehidupan yang lebih baik dan lebih stabil sehingga sekarang saya memiliki bisnis sendiri di kotaNama saya Nur Khomariyah dari kota Sidoarjo, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada ibu. Emily karena membantu saya dengan pinjaman yang baik setelah saya menderita di tangan pemberi pinjaman palsu yang menipu saya karena uang saya tanpa menawarkan saya pinjaman, saya memerlukan pinjaman selama 2 tahun terakhir untuk memulai bisnis saya sendiri di kota Sidoarjo tempat saya tinggal dan saya jatuh ke tangan perusahaan palsu di India yang telah menipu saya dan tidak menawarkan pinjaman kepada saya dan saya sangat frustrasi karena saya kehilangan semua uang saya ke perusahaan palsu di India, karena saya berutang kepada bank dan teman-teman saya dan saya tidak punya orang untuk dituju, sampai suatu hari teman setia saya menelepon Slamet Raharjo setelah membaca kesaksiannya tentang bagaimana dia mendapat pinjaman dari ibu perusahaan pinjaman Emily, jadi saya harus menghubungi Slamet Raharjo dan dia mengatakan kepada saya dan meyakinkan saya untuk menghubungi ibu emily bahwa dia adalah ibu yang baik dan saya harus memanggil keberanian dan saya menghubungi ibu emily perusahaan dan secara mengejutkan, pinjaman saya diproses dan disetujui dan dalam waktu 2 jam pinjaman saya dipindahkan ke akun saya dan saya sangat terkejut bahwa ini adalah keajaiban dan saya harus bersaksi tentang ibu pekerjaan yang baik Emilyjadi saya akan menyarankan semua orang yang membutuhkan pinjaman untuk menghubungi ibu perusahaan pinjaman Emily melalui email: emilygregloancompany@gmail.com. atau whatsapp +1 (669) 4002627 dan saya meyakinkan Anda bahwa Anda akan bersaksi seperti yang telah saya lakukan dan Anda juga dapat menghubungi saya untuk informasi lebih lanjut tentang Mother Emily melalui saya email: nurkhomariyah1989@gmail.com dan Anda masih dapat menghubungi teman saya Nur Syarah yang memperkenalkan saya kepada Ms. Margaret melalui email: slametraharjo211989@gmail.comsemoga Tuhan terus memberkati dan mendukung ibu Emily yang telah mengubah kehidupan finansial saya.

    BalasHapus

Posting Komentar