sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Ekbis

Pernak Pernik

Selebrity

» » Diduga Lakukan Pungli, Perangkat Desa Pringgowirawan Diberhentikan Kades

Kepala Desa Pringgowirawan Halim

Jember, Laras Post - Diduga melakukan pungutan liar (pungli) seorang perangkat desa diberhentikan tidak hormat oleh Kades Pringgowirawan, Kecamatan Sumber Baru, Kabupaten Jember, Jawa Timur. 

Pungli yang berkedok Swadaya dilakukan oleh Kasun itu menarik biaya tambahan dari pembayaran SPPT, PBB. 
Pungutan Swadaya yang seharusnya tidak dilakukan oleh perangkat desa yang bernama Moh. Ghufron. 

Ia merupakan seorang Kasun Sumber Kijing yang berani melakukan Pungutan liar tanpa ada musyawarah desa dan masyarakat. 

Terkait hal itu, Kepala Desa Pringgowirawan Halim, saat ditemui menyebutkan, urusan pungutan yang dilakukan oleh oknum perangkatnya merupakan tanpa sepengetahuannya. "Itu tidak ada sepengetahuan saya, makanya saya tidak tahu," ungkapnya pada Laras Post, Selasa (8/10/19).

Dikatakan H. Alim, pungutan itu sebelumnya tidak ada pemberitahuan, rapat maupun sosialisasi kepada warga.
"Dan setelah itu kami memberi pembinaan kepada perangkat saya agar tidak diulangi lagi perbuatannya, tetapi atas permintaan warga yang bersangkutan harus diberhentikan dari tugasnya sebagai perangkat desa," tegasnya. 

Halim berharap dengan diberhentikannya oknum bawahannya itu agar masyarakat Desa Pringgowirawan merasa aman dan tentram. 

Namun, menurut perwakilan masyarakat Pringgowirawan, Abd. Karim saat dikonfirmasi mengatakan, pemberhentian Kasun Ghufron oleh Kades Pringgowirawan tidak transparan kepada masyarakat dan tokoh masyarakat serta pihak Kecamatan. 

Kepala desa melakukan pemberhentian perangkatnya yang statusnya masih aktif bertugas tanpa ada Surat Peringatan misalnya SP 1, SP 2 dan SP 3. 

Namun pemberhentian tersebut atas dasar dari surat pengunduran diri yang dibuat kepala desa kepada perangkatnya yang dilakukan pada Minggu (6/10/19) lalu.

Namun pada faktanya, masyarakat Desa Pringgowirawan tak puas yang dilakukan Kades, yang seharusnya bukan hanya memberhentikan bawahannya itu, namun mengusut tuntas agar pungli tak terjadi lagi. 

"Dan hingga saat ini pelayanan aparat desa kepada warga di Desa kami nilai masih kurang baik, maka dari itu kami mewakili masyarakat atau corong masyarakat untuk mengaspirasikan apa yang warga inginkan," pungkasnya. Bersambung. (igusti) 

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda