sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Ekbis

Pernak Pernik

Selebrity

Seni Budaya dan Hiburan

» » Battle of Midway, Kisah Perwira Intelijen Militer AS Pasca Serangan Pearl Harbour

Salah satu adegan dalam film Battle of Midway

Jakarta, Laras Post - Pasca serangan terhadap Pearl Harbour, perwira intelijen militer Edwin Layton (Patrick Wilson) menyebut Jepang kembali akan menyerang AS. Kali ini serangan akan menuju Midway. 

Kisah sebuah pertempuran terbesar yang pernah terjadi di Pasifik yang menjadi titik balik dan mengubah jalan perang dunia ke II.

Film yang mengisahkan tentang serangan mendadak Jepang di Pearl Harbor pada 7 Desember 1941 telah menjadi subjek banyak film terkenal pada masa lalu, seperti film From Here to Eternity (1953), In Harm’s Way (1965), Tora Tora Tora (1970 ) dan Pearl Harbor (2001).

Sutradara Roland Emmerich kembali membawa penikmat film Perang Dunia ke-2 menjadi lebih eksplosif untuk penonton di film perang terbarunya di Midway.

Midway adalah penceritaan langsung dari berbagai peristiwa di bulan-bulan pertama perang di Pasifik yang dimulai dengan Pearl Harbor dan memuncak dalam Battle of Midway pada Juni 1942.

Kisah ini diceritakan terutama dari sudut pandang dua tentara Amerika yaitu pilot Letnan Dick Best (Ed Skrein) yang memimpin skuadron pengebom tukiknya di Midway, dan perwira intelijen Letnan Comm.

Edwin Layton (Patrick Wilson) yang bersama tim pemecah kode-nya memperkirakan serangan Midway.

Sepanjang jalan, kita bertemu tentara Amerika terkenal lainnya seperti Laksamana Chester Nimitz yang diperankan oleh Woody Harrelson, komandan tertinggi Armada Pasifik AS; Wakil Laksamana William “Bull” Halsey (Dennis Quaid) yang memimpin kapal induk USS Enterprise, dan Laksamana Muda Raymond Spruance (Jake Weber) yang mengambil alih Enterprise untuk Pertempuran Midway.

Selain itu terdapat pula, Rekan penerbang Best Lt. Comm. Wade McClusky (Luke Evans), Lt. Comm. Eugene Lindsey (Darren Criss) dan Lt. Comm. Jimmy Doolittle (Aaron Eckhart); Komandan kriptografi Joseph Rochefort (Brennan Brown) dan masinis penerbangan Mate Bruno Gaido (Nick Jonas).

Sisi tentara Kekaisaran Jepang dan budaya militer mereka yang unik juga muncul film ini.

Laksamana Isoroku Yamamoto (Etsushi Toyokawa) dari Angkatan Laut Kekaisaran Jepang dan panglima armada gabungan mereka digambarkan dengan martabat yang tenang dan hening.

Penonton akan dibawa untuk bertemu dengan perwira Jepang lainnya dan merek kepemimpinan mereka sendiri Laksamana Muda Tamon Yamaguchi (Tadanobu Asano), yang memimpin Hiryu dengan bangsawan, dan Wakil Laksamana Chuichi Nagumo (Jun Kunimura) yang keputusan pertempurannya yang kontroversial berdampak negatif terhadap kampanye Jepang.

Eksekusi adegan pertempuran kritis adalah daya tarik utama untuk menonton film ini.

Adegan adegan besar yang menunjukkan pesawat dan pesawat terbang meledak meledak dengan sinematografi yang tajam dan efek visual yang teliti untuk menciptakan kacamata layar yang mengesankan.

Adegan penerbangan, khususnya pengebom tukik yang dijalankan oleh Dick Best, dipentaskan, ditembak, dan diedit dengan sangat baik untuk mendapatkan aliran yang menggembirakan.

‘Perang’ ini mulai diperangkan pada 8 November 2019 di bioskop kesayangan seluruh Indonesia.(jim)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda