sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Ekbis

Pernak Pernik

Selebrity

Seni Budaya dan Hiburan

» » DPP FPLKP Gelar Karya Kursus dan Pelatihan LKP se-Indonesia 2019


Jakarta, Laras Post – Dewan Pimpinan Pusat Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (DPP FPLKP) menyelenggarakan kegiatan berupa Gelar Karya Kursus dan Pelatihan LKP se-Indonesia 2019, di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Untuk kedua kalinya acara ini digelar oleh FPLKP, dan kali ini mengusung tema ‘Menggelorakan Kompetensi dan Memenangkan Kompetisi di Era Digital’. 

Acara yang melibatkan 600 peserta dari LKP 34 provinsi ini dihadiri Dirjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Harris Iskandar, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf dan praktisi kursus dan pelatihan, Purwacaraka.

Dalam sambutannya, Ketua Umum FPLKP Ali Badarudin mengatakan, di usianya kedua ini FPLKP mempunyai anggota sebanyak 19.000 LKP dengan 76 jenis kursus, yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Dia menuturkan, kedudukan LKP ini memiliki peran dan strategis dalam keragaman pendidikan non formal di Indonesia. “Yang paling penting adalah keberadaan LKP ini secara terus menerus berusaha dalam mengurangi angka pengangguran di Republik ini,” ungkapnya.

Ali juga menyinggung dan merasa keberatan tentang beredarnya isu nasional, yaitu rencana dialihkannya penanganan LKP dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ke Kementerian Tenaga Kerja.

“Tentunya budayanya berbeda, dan saya khawatir, jika hal ini terjadi, maka teman-teman LKP akan menjadi tidak nyaman serta tidak dapat bekerja,” tandasnya.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf menyampaikan, keberadaan kursus dan pelatihan ini adalah sebuah gerakan masyarakat yang membantu negara dalam hal pendidikan kepada masyarakat.

“Artinya ada atau tidaknya negara hadir disitu, LKP bapak dan ibu ini sudah melakukan tugasnya sebagai pendidik kepada masyarakat di Indonesia,” kata mantan artis ini.

Di era Revolusi Industri 4.0, lanjut Dede, LKP itu menjadi penting, karena dapat memberikan keterampilan, sehingga dapat bersaing di dunia usaha dan industri.

“Life skill yang diberikan oleh LKP, tidak hanya untuk bekerja saja, tetapi juga sebagai pengembangan potensi dan bakat diri seseorang. Untuk itu, kami akan tetap memperjuangkan keberadaan LKP melalui pendidikan vokasi dan akan terus mengawalnya,” tegasnya.

Sementara itu, Dirjen PAUD Dikmas Kemendikbud, Harris Iskandar mengatakan, masa depan anak-anak muda saat ini sering disebut VUCA (Volatility/bergejolak, Uncertainty/tidak pasti, Complex/kompleks dan Ambiguity/tidak jelas), yang bermakna gambaran situasi yang serba kompleks dan ketidakjelasan.

“Solusinya adalah dengan keberadaan LKP yang dapat memberikan keterampilan kepada usia produktif, sehinga menjadi SDM yang kompeten dan berdaya saing,” pungkasnya. (haris)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda