sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Ekbis

Pernak Pernik

Selebrity

Seni Budaya dan Hiburan

» » Dukung Visi dan Misi Pemerintah, Kemendag Siap Laksanakan Dua Mandat Presiden

Mendag Agus Suparmanto didampingi Wamendag Jerry Sambuaga serta jajaran Dirjen saat melaksanakan konferensi pers di kantor Kemendag, Jakarta, Jumat (9/11/19).

Jakarta, Laras Post - Guna mewujudkan visi dan misi pemerintah di bidang ekonomi dalam lima tahun ke depan, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menegaskan, Kementerian Perdagangan siap melaksanakan dua mandat yang diberikan Presiden Joko Widodo. 

Hal tersebut ditegaskan Mendag didampingi Wamendag Jerry Sambuaga  saat menggelar konferensi pers “Prioritas Penguatan Perdagangan 2019—2024" di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (8/11/19) sore. 

"Kementerian Perdagangan siap menjalankan dua mandat yang diberikan Presiden Joko Widodo. Pertama, menjaga neraca perdagangan yang dilakukan melalui penyelesaian perjanjian perdagangan serta melakukan kajian yang dapat memberikan manfaat terhadap ekonomi nasional. Kedua, melakukan pengendalian impor secara selektif, impor harus mengutamakan bahan baku atau bahan penolong yang bertujuan untuk ekspor dan investasi,” ucap Mendag.

Dalam mewujudkan dua mandat Presiden RI tersebut, Kementerian Perdagangan menyusun tiga kebijakan utama. Kebijakan pertama, menjaga neraca perdagangan. 

Strategi yang akan dilakukan adalah meningkatkan ekspor nonmigas. Ekspor barang dan jasa ditargetkan tumbuh 4,5—8,63 persen. Sedangkan ekspor nonmigas akan tumbuh 6,88—12,23 persen. 

Kebijakan kedua, mengamankan dan memperkuat pasar dalam negeri, yaitu dengan menargetkan inflasi pangan sekitar 3 persen. 

Kebijakan ketiga, menyederhanakan birokrasi yang didukung sumber daya manusia perdagangan yang profesional dan kompeten. 

Mendag menyebutkan, ketiga kebijakan tersebut dituangkan dalam tiga program prioritas kerja Kemendag. Program pertama, mengejar target ekspor yang realistis di tengah perlambatan ekonomi global. 

Hal itu dilakukan dengan menyelesaikan perundingan perdagangan internasional, menggiatkan misi dagang ke pasar nontradisional dan memanfaatkan perjanjian perdagangan, meningkatkan peran aktif Atase Perdagangan (Atdag) dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) sebagai agen bisnis, serta menggiatkan dukungan kepada daerah dan industri investasi berorientasi ekspor. 

Program kedua, mengamankan dan memperkuat pasar dalam negeri. Hal tersebut dilakukan dengan mengendalikan impor secara selektif, stabilisasi harga bahan kebutuhan pokok untuk menjaga inflasi jelang natal dan tahun baru, mendorong usaha rintisan (start up) dengan mekanisme yang aplikatif dan tertib, serta implementasi sistem resi gudang (SRG) tersebut terdiri dari inisiasi penguatan pembiayaan SRG untuk petani/pengusaha lokal tujuan ekspor, dan optimalisasi sistem SRG.

Terakhir, program ketiga, yaitu menyederhanakan birokrasi dan pembangunan SDM. Kementerian Perdagangan akan segera menyederhanakan 18 Permendag ekspor dan impor untuk menindaklanjuti pembentukan Omnibus Law serta kewenangan terkait Tanda Daftar Perusahaan (TDP). 

Selain itu, restrukturisasi jabatan struktural menjadi jabatan fungsional, dan mengusulkan jabatan fungsional tertentu (JFT) di bawah binaan Kementerian Perdagangan. 

Dalam kesempatan ini, Mendag juga menyampaikan perkembangan terakhir Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan beberapa perundingan yang diprioritaskan untuk segera diselesaikan. 

Perundingan tersebut yaitu Indonesia-Tunisia Preferential Trade Agreement, Indonesia-Maroko Preferential Trade Agreement, Indonesia-Maroko Preferential Trade Agreement, Indonesia—Uni Eropa Comprehensive Economic Partnership Agreement, dan Indonesia—Turki Comprehensive Economic Partnership Agreement. 

Mendag menambahkan, masih banyak pekerjaan besar ke depan yang harus dikerjakan oleh Kementerian Perdagangan demi terciptanya kondisi perdagangan yang kondusif. 

“Dengan  dukungan dan kerja sama dari seluruh pihak, termasuk pelaku bisnis dan teman-teman media, semoga apa yang diamanatkan dapat tercapai untuk meningkatkan ekonomi rakyat Indonesia,” tegasnya. 

Dalam mewujudkan visi dan misi Presiden RI di bidang ekonomi, Wamendag menyatakan kesiapannya dalam membantu Mendag. 

“Tentunya saya akan sepenuh hati melaksanakan arahan yang diberikan Mendag kepada saya dalam mewujudkan visi dan misi Presiden RI,” imbuhnya.

Wamendag juga menyampaikan hasil kunjungan kerjanya ke Shanghai, Tiongkok dalam rangka menghadiri  pertemuan  informal  tingkat menteri  Organisasi  Perdagangan  Dunia  (World  Trade  Organization/WTO).  

Pertemuan  tersebut  bertujuan  menghasilkan  rumusan  dalam  mendukung pelaksanaan  Konferensi  Tingkat  Menteri  (KTM)  WTO  ke-12  yang  akan  digelar  di  Kazakhstan  pada 2020. "Pada pertemuan tersebut, dibahas dua agenda yaitu Possible Outcomes KTM WTO ke-12 dan Reformasi WTO.  Pada  kesempatan  ini,  Indonesia  memperkuat  komitmennya  mendorong  upaya  reformasi WTO," tandasnya. (sg, wan)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda