sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Selebrity

Seni Budaya dan Hiburan

» » Indonesia-Kolombia Segera Rencanakan Studi Kelayakan Bersama Perjanjian Dagang

Direktur Perundingan Bilateral, Ni Made Ayu Marthini, saat Perundingan Review on Border Trade Agreement 1970 Indonesia-Malaysia, beberapa waktu lalu.
Jakarta, Laras Post  –  Indonesia  dan  Kolombia  akan  segera  memulai studi  kelayakan bersama (Joint Feasibility Study/JFS) dalam rangka penjajakan pendalaman akses pasar sejumlah produk   Indonesia   ke   Kolombia.   

Kesepakatan tersebut dicapai pada Pertemuan Persiapan Perjanjian Perdagangan Masa Depan (Preparatory Meeting of Indonesia-Colombia Future Trade Agreement) Indonesia-Kolombia di Bogota, Kolombia, Selasa (12/11/2019).

Pertemuan berlangsung antara Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan RI, Made Marthini dengan Wakil Menteri untuk Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Industri, dan Pariwisata Kolombia Laura Valdivieso Jimenez. "Studi kelayakan bersama dilakukan untuk menjajaki pendalaman akses pasar untuk sejumlah produk Indonesia ke Kolombia," jelas Made, dalam siaran pers yang Laras Post terima pada Kamis (14/11/2019).

Selain itu, lanjut Made, untuk melakukan studi kelayakan bersama, Indonesia dan Kolombia juga menyepakati Kerangka Acuan Kerja (ToR) Studi Kelayakan Bersama. Kedua negara menargetkan Studi Kelayakan Bersama selesai pada bulan Juni 2020.

"Kerangka Acuan Kerja Studi Kelayakan Bersama ini merupakan  bentuk dari komitmen tinggi kedua delegasi. Hasil dari studi ini nantinya akan memberikan rekomendasi kepada kedua Menteri Perdagangan untuk melakukan perjanjian dagang Indonesia-Kolombia," ungkapnya.

Made menegaskan, capaian ini merupakan langkah positif dalam rangka pendekatan aktif Pemerintah  Indonesia  ke  pasar  tradisional  di  wilayah  Latin  Amerika.  Capaian  ini  didukung Kedutaan Besar RI di Bogota dan Kedutaan Besar Kolombia di Jakarta yang menindaklanjuti komunikasi antara para Menteri Perdagangan kedua negara.

Ia juga menyampaikan, Pertemuan Persiapan Perjanjian Perdagangan Masa Depan Indonesia dan Kolombia berlangsung sebagai bentuk tindak lanjut rencana kedua negara dalam membentuk kerja sama perdagangan bilateral di masa depan. Upaya ini diharapkan dapat memaksimalkan potensi peningkatan perdagangan ke dua negara.

Selain kesepakatan studi kelayakan bersama dan pembahasan kerangka acuan kerja, dalam pertemuan tersebut kedua negara juga bertukar informasi mengenai kebijakan perdagangan terkini, yaitu perkembangan dan status perundingan bilateral masing-masing negara, bertukar contact point, dan menentukan langkah ke depan. 

Sekilas Mengenai Hubungan Dagang Indonesia-Kolombia

Menurut data BPS yang diolah Kemendag, nilai ekspor Indonesia ke Kolombia tahun 2018 tercatat USD 141,1 juta. Sedangkan, impor Indonesia dari Kolombia tercatat USD 18 juta. Dengan demikian neraca perdagangan Indonesia surplus sebesar USD 123 juta.

Di tahun 2018, ekspor utama Indonesia ke Kolombia mencakup benang dari serat sintetis; karet alam; monitor dan proyektor; bagian dan aksesori kendaraan; mobil dan kendaraan lain untuk pengangkutan orang. Sedangkan, impor utama Indonesia dari Kolombia di tahun 2018 mencakup paduan ferro, selulosa, sentrifugal, biji kakao, dan asam karboksilat.

Pada tahun yang sama, investasi Kolombia di Indonesia mencapai USD 245,8 ribu dengan total empat proyek. Nilai ini meningkat 64,4 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar USD 149,5 ribu. Investasi Kolombia di Indonesia berlokasi di Provinsi DKI Jakarta dan Bali yang bergerak di sektor perdagangan dan reparasi, hotel dan rumah makan, serta pertambangan. (her, sg, wan)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda