sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Ekbis

Pernak Pernik

Selebrity

Seni Budaya dan Hiburan

» » Jeli Melihat Peluang, “Sampah” Kayu Sengon Diminati Korea Selatan

Kementerian Perdagangan mengunjungi Inakor Co., Ltd di Sacheon, Korea Selatan, Kamis (28/11/2019). Kunjungan ini merupakan rangkaian kegiatan delegasi misi dagang Indonesia di Korea Selatan. Tim Kemendag diwakili Direktur Pengembangan Produk Ekspor, Ari Satria dan Kepala Biro Humas, Olvy Andrianita bersama Kepala Indonesian Trade Promotion Center Busan, Ni Made Kusuma Dewi.
Jakarta, Laras Post – Limbah pengolahan kayu sengon ternyata diminati di Korea Selatan. Limbah pengolahan kayu sengon dapat berupa serbuk gergaji (sawdust) dan serpihan kayu (wood chips). Salah satu perusahaan yang sudah mengimpor kedua produk tersebut dari Indonesia ke Korea Selatan adalah Inakor Co.,Ltd.

“Kejelian  para  pelaku  usaha  bisa  membantunya  mendapatkan  peluang  ekspor.  Siapa  sangka limbah pengolahan kayu sengon ternyata diminati di Korea Selatan,” kata Direktur Pengembangan Produk Ekspor Ari Satria saat mengunjungi Inakor Co., Ltd di Sacheon, Korea Selatan, Kamis (28/11/2019), seperti dalam siaran pers yang Laras Post, terima pada Jumat (29/11/2019).

Kunjungan ini merupakan rangkaian kegiatan delegasi misi dagang Indonesia di Korea Selatan. Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, Kepala Biro Humas Olvy Andrianita dan Kepala Indonesian Trade Promotion Center Busan Ni Made Kusuma Dewi.

Sawdust kayu sengon dapat dimanfaatkan sebagai ‘animal bedding’. Sedangkan wood chips kayu sengon dapat digunakan sebagai media untuk budi daya jamur. Saat ini Inakor telah mengimpor sawdust dari kayu Sengon asal Indonesia ke Korea Selatan sebanyak 48 kontainer atau 10.000 ton per tahun.

Pemilik  perusahaan  Inakor  Co.,Ltd  Hartono  mengatakan,  selama  ini  tidak  mendapat  masalah dalam mengimpor produk-produk Indonesia. "Proses impor produk Indonesia sejauh ini berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Aturan perizinan untuk memasukkan hasil limbah kayu terebut ke Indonesia sudah sangat jelas. Selain itu, pembangunan infrastruktur jalan tol membantunya mengekspor produk Indonesia dengan waktu lebih cepat dan biaya lebih murah," jelasnya.

Selain limbah kayu sengon, Inakor saat ini mengimpor peralatan dapur/peralatan makan dari kayu dengan merek Indonesia “Oesing Craft” dari Banyuwangi. Oesing Craft terdaftar sebagai produsen produk impor di Korea Selatan sehingga bisa menggunakan merek asalnya. Hal ini merupakan keistimewaan  tersendiri  karena  tidak  semua  produk  Indonesia  bisa  masuk  ke  Korea  Selatan dengan merek sendiri.

Saat ini jumlah impornya sebanyak satu kontainer per bulan. Selain itu, produk-produk tersebut telah tersertifikasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) karena terbuat dari kayu. Produk-produk tersebut juga juga telah dilengkapi dengan sertifikasi ‘food grade’ dari Ministry of Food and Drugs Safety Korea Selatan.

“Kerajinan tangan dari kayu dan produk-produk dapur/alat makan dari kayu juga memiliki prospek di Korea Selatan. Masyarakat Korea Selatan menggemari produk-produk tersebut,” kata Hartono. 
Sandal Jepit Indonesia Segera Masuk ke Korea Selatan

Tidak  hanya  limbah  kayu  sengon  dan  kerajinan  dari  kayu,  kini  Hartono  tengah  dalam proses mengimpor sandal jepit merek Indonesia ke Korea Selatan. “Sandal jepit yang bagi sebagian orang tidak menarik, ternyata juga menyimpan peluang ekspor. Di Korea Selatan, sandal jepit Indonesia mulai diminati,” ujar Hartono.

Hartono juga menjelaskan, produk lain yang memiliki nilai jual yang menjanjikan di pasar Korea adalah sedotan dari bambu yang ramah lingkungan.

Pesaing Indonesia adalah Filipina dan Vietnam. Namun, dengan kualitas dan konsistensi kualitas dan kontinuitas pasokan, produk asal Indonesia menjadi lebih berdaya saing. Konsumen Korea sangat berminat dengan produk-produk ekspor Indonesia.

Inakor. Co.Ltd adalah perusahaan eksportir dan importir yang didirikan diaspora Indonesia pada September 2018. Inakor juga aktif mengikuti pameran perdagangan yang difasilitasi Kementerian Perdagangan seperti Cafeshow, Seoul Food, Entech, dan sebagainya.

Sementara itu, Kepala ITPC Busan Dewi menyampaikan, pihaknya berkomitmen membantu para importir di Korea Selatan yang berminat dengan produk-produk dari Indonesia. “ITPC Busan siap membantu para importir di Korea Selatan untuk memasarkan produk-produk Indonesia ke Korea Selatan,” pungkas Dewi. (her, sg, wan)









«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda