sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Ekbis

Pernak Pernik

Selebrity

Seni Budaya dan Hiburan

» » Kapolres: Lakukan Pembangunan Sesuai RAB

Sosialisasi pelaksanaan, penggawasan dan penanganan Dana Desa di Kabupaten OKU Timur
OKU Timur, Laras Post - Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur AKBP Erlin Tangjaya berpesan agar pembangunan jalan dilakukan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) sehingga tak menimbulkan masalah.

“Jangan sampai setelah pembanggunan selesai ada masah, jangan membanggun jalan baru dua bulan sudah berdebu, karena mungkin tidak sesuai RAB,” ujarnya saat sosialisasi pelaksanaan, penggawasan dan penanganan Dana Desa, Jumat (22/11/2019) di OKU Timur.

Ia menegaskan, selain pembanggunan insfrastruktur, Dana Desa juga dapat dipergunakan untuk kepentinggan lainnya, misalnya meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. “Pembanggunan yang dilakukan tujuannya tidak lain untuk kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, perlu meningkatkan upaya pencegahan penyalah-gunaan Dana Desa. 

"Sebaiknya sebelum dilakukan pembanggunan sudah dilakukan pencegahan dan penggawasan. Jangan sampai setelah dilakukan pembanggunan baru diketahui ada masalah," tegas Kapolres.

Menyinggung soal penanganan perkara kepemilikan senjata api (Senpi), yang diduga melibatkan seorang Kepala Desa (Kades), Kapolres mengatakan, perkaranya sedang dtitangani. "Sekarang kita masih menangani salah seorang Kades yang menggunakan Senpi,” ungkapnya.

Ia menyarankan, jika memiliki atau menyimpan Senpi illegal sebaiknya menyerahkan Senpi tersebut kepada kepolisian. “Dari pada ditangkap dan diproses secara hukum,” tandasnya.

Menurut Kapolres, pihaknya saat ini sedang mengusut peredaran Senpi illegal. “Ada pelaku yang rutin menggirim Senpi, yang saat ini sedang di intai, senjata Api ini yang dipergunakan bandit, bahkan ada Kades yang ikut beli dengan harga Rp 8 juta hingga Rp 12 juta," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi mengharapkan setelah pembangunan dilaksanakan tidak ada masalah. Untuk itu, sebaiknya sebelum dilaksanakan sudah dilakukan antisipasi sehingga tidak terjadi kesalahan.

"Jika ada masyarakat yang membantu dan ada kelebihan dana serta hasil banggunannya bagus dana yang lebih itu bisa digunakan untuk yang lain. Jika hasil banggunan jelek saya akan marah,” ujarnya.

Bupati menyebutkan, dari 305 desa dan 7 kelurahan, hanya ada 5 yang nakal. Menurutnya, dengan adanya penggawasan dari Polres dan Kejari diharapkan penggunaan Dana Desa sesuai aturan. “Saya bilang dengan pak Kapolres, proses sesuai hukum yang berlaku, jika ada penyelewengan Dana Desa,” tandasnya.

Pada bagian lain bupati mengungkapkan, banyak Kades yang habis masa jabatannya, sehingga akan banyak ditunjuk Pejabat Sementara (PjS), karena pelaksanaan Pilkades baru akan dilaksanakan pada tahun 2021 nanti. “Masalahnya harus dijabat PNS sehingga banyak PNS kecamatan yang menjadi PJS," tuturnya. (Aliwardana).

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda