sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Ekbis

Pernak Pernik

Selebrity

Seni Budaya dan Hiburan

» » Pembacaan Pledoi Rawi Sangker, Kuasa Hukum Minta Diputus Bebas


Proses sidang pembacaan tuntutan.

Jakarta, Laras Post - Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) menggelar sidang pembacaan nota pembelaan (pledoi) atas dugaan pemalsuan surat perkara yang menjadikan Rawi Sangker sebagai terdakwa, di gelar di Pengadilan Negri Jakarta Timur dengan Nomor 878/Pid.B/2019/PN, Jumat (8/11/19).

Pada sidang tersebut, Rawi Sangker melalui kuasa hukumnya Subani, SH. MH, minta kepada Majelis Hakim terhormat agar Rawi Sangker diputus bebas.

"Yah, kami mengajukan agar Rawi Sangker diputus bebas, atau setidak diputus lepas dari segala tuntutan," ucap Subani kepada awak media usai sidang.

Lebih lanjut Kuasa Hukum menegaskan, dalam persidangan itu, titik beratnya, saat terjadi tindak pidana, dimana dalam surat dakwaan, bahwa  perbuatan itu dilakukan pada tanggal 8 April 2016. "Ternyata dari hasil pemeriksaan saksi-saksi terjadi pada bulan April 2017," tandasnya.

Lanjutnya, terkait lahan tanah yang ada dalam surat dakwaan (locus delicti), bahwa  lahan tanah yang disewa (dalam surat dakwaan) ada dalam sertifikat HGB No 114. 

"Ternyata dalam kenyataannya terungkap dalam persidangan tanah yang disebutkan dalam surat dakwaan ada diluar sertifikat HGB No 114," tuturnya.

"Jadi baik Locus delicti maupun Tempus delicti yang disebutkan dalam surat dakwaan tidak terbukti," ucapnya lagi.

Dijelaskan Kuasa Hukum Rawi Sangker,  ini perkara masuknya ke rana Perdata dan bukan Pidana (karena Sewa menyewa).

"Jika ada yang mempermasalahkan perjanjian sewa menyewa, tentunya Pak Imam Rohadi yang mengajukan, bukan pihak lain (para pihak yang ada dalam perjanjian), Sedangkan untuk Pak Madrais sepengetahuan kami sudah ada putusan dan gugatannya di tolak," jelas Subani.

Diketahui sebelumnya, dalam sidang dengan agenda pembacaan keberatan (eksepsi) penasehat hukum Terdakwa atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tersebut yang dipimpin oleh Majelis Hakim Antonius Simbolon bersama dua Hakim Anggota Nun Suhaini dan Dwi Dayanto.

Sebagai informasi, Atas perkara ini Direktur PT Taruma Indah, Rawi Sangker didakwa melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud pada Pasal 266 ayat (1) KUHP, Subsidair Pasal 266 ayat (2) KUHP, lebih Subsidair Pasal 263 ayat (1) KUHP, lebih-lebih Subsidair Pasal 263 ayat (2) KUHP.

Kuasa Hukum Terdakwa, Subani mengatakan bahwa kliennya tidak mengetahui apa-apa terkait perkara tersebut, karena Direktur PT. Taruma Indah sebelumnya adalah Jaya Rahman, lalu digantikan oleh Rawi Sangker.

"Kami mengajukan eksepsi bahwa Error In Persona, karena dulu di BAP Pak Jaya Rahman sebagai tersangka, jadi Pak Rawi (terdakwa) ini sama sekali tidak tahu. Pada saat menjabat direktur itu tidak tahu apa-apa, tapi Pak Jaya Rahman meninggal itu masalahnya," tandas Subani.(Egi)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda