sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Ekbis

Pernak Pernik

Selebrity

Seni Budaya dan Hiburan

» » Presiden Jokowi : Pentingnya Destinasi Wisata Baru, Untuk Stabilitas Penambahan Devisa di Era Kabinet Indonesia Maju

Presiden Jokowi ketika memberikan sambutan pada acara pembukaan Kompas 100 CEO Forum, digelar di Grand Ballroom, Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Pusat,  Kamis (28/11). 
Jakarta, Laras Post - Pemerintah terus berupaya untuk menyelesaikan masalah defisit transaksi berjalan Indonesia yang telah berlangsung cukup lama. Presiden Joko Widodo menyebut ada dua hal yang bisa dilakukan, yaitu melalui pengembangan destinasi wisata baru dan melalui _foreign direct investment_ (FDI).

"Kita memiliki Bali, iya, tapi kita sekarang ini baru mengembangkan 10 Bali baru yang kita fokus sekarang ini dalam dua tahun ini hanya 5 dulu. Sudah. Pekerja kita sekarang tidak usah terlalu ke mana-mana, 5 itu dulu. Lima selesai, nanti fokus lagi ke lima berikutnya," kata Presiden Jokowi ketika memberikan sambutan pada acara pembukaan Kompas 100 CEO Forum yang berlangsung digelar di Grand Ballroom, Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Pusat,  Kamis (28/11). 

Kelima destinasi wisata baru tersebut yaitu Mandalika, Labuan Bajo, Borobudur, Danau Toba, dan Manado. Menurut Presiden, setiap destinasi wisata tersebut sudah diatur untuk segmentasi wisatawan yang berbeda-beda.


"Sudah kita atur semuanya mana yang super premium, mana yang medium ke bawah, mana yang untuk wisata ramai-ramai, mana yang wisata khusus, semuanya sekarang ini sudah," imbuhnya,

Kepala Negara berharap, pada akhir tahun 2020 semua infrastruktur pendukung, _calendar of event_, hingga perbaikan produk-produk ekonomi kreatif yang mendukung destinasi wisata tersebut bisa diselesaikan. Untuk Borobudur, pada Maret 2020 nanti Bandara Internasional Yogyakarta diharapkan akan selesai 100 persen.

"Dari situ nanti akan langsung ada jalan baru menuju ke Borobudur yang lebih dekat sehingga turis gampang menuju ke Borobudur. Lingkaran di sekitar Borobudur juga jalannya akan dilebarkan dan diperbaiki dalam rangka mendukung itu, termasuk juga penyiapan lahan yang dikhususkan untuk mendukung Borobudur sebagai sebuah tempat wisata yang memang wajib untuk dikunjungi oleh turis-turis dari luar," papar Presiden Jokowi, menambahkan.


Sementara untuk Labuan Bajo, Presiden menyampaikan bahwa destinasi wisata ini akan dirancang sebagai destinasi super premium. Presiden mewanti-wanti jajarannya agar jangan sampai destinasi wisata super premium bercampur aduk dengan yang menengah bawah.

"Kalau perlu ini ada kuotanya, berapa orang yang boleh masuk ke Labuan Bajo dalam satu tahun. Saya sudah sampaikan arahan seperti itu pada Menteri Pariwisata Pak Wishnutama. Sehingga kita harapkan nanti kalau produknya selesai, silakan promosi besar-besaran. Jangan sekarang promosinya, produknya dulu diselesaikan biar baik, biar bagus, sehingga nantinya wisatawan datang itu akan berpromosi sendiri karena melihat sesuatu yang berbeda kalau dibandingkan dengan tempat-tempat yang lain," jelasnya. (Her/sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda