sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Ekbis

Pernak Pernik

Selebrity

Seni Budaya dan Hiburan

Puluhan polisi dari Polres Purbalingga ketika mengamankan unjuk rasa warga Desa Jompo, Kecamatan Kalimanah di Kantor Kejaksaan Negeri Purbalingga, Senin (25/11)
Purbalingga, Laras Post - Puluhan polisi dari Polres Purbalingga mengamankan unjuk rasa warga Desa Jompo, Kecamatan Kalimanah di Kantor Kejaksaan Negeri Purbalingga, Senin (25/11/2019). Unjuk rasa warga terkait dugaan korupsi pembangunan jembatan yang dilakukan Kepala Desa Jompo, Kecamatan Kalimanah Purbalingga.

Kabag Operasi Polres Purbalingga Kompol Sigit Ari Wibowo mengatakan pada hari ini kami mengamankan aksi unjuk rasa damai warga Desa Jompo, Kecamatan Kalimanah. Dalam pengamanan kita terjunkan sekitar 150 personel yang terdiri dari gabungan berbagai fungsi dan polsek.

"Pengamanan kita bagi menjadi dua lokasi yaitu di Desa Jompo Kecamatan Kalimanah sebagi titik pemberangkatan peserta unjuk rasa dan di Kantor Kejaksaan Negeri Purbalingga sebagai lokasi tujuan mereka. Alhamdulillah sampai dengan selesai kegiatan berlangsung dengan aman," ucapnya.


Sigit Ari Wibowo menambahkan, setelah aksi unjuk rasa ini kita juga masih melakukan pemantauan situasi di Desa Jompo. Pemantauan dilakukan polsek maupun intelejen terkait sejauh mana situasi di desa tersebut usai penyampaian aspirasi di kejaksaan hari ini. Harapan kita bersama situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Dalam pelaksanaan unjuk rasa, warga yang berjumlah sekitar 40 orang datang menggunakan tiga unit mobil bak terbuka di kantor Kejaksaan Negeri Purbalingga dengan pengawalan ketat polisi. Selanjutnya massa berorasi dan memajang sejumlah spanduk berisi berbagai tulisan di depan kantor kejaksaan.

Spanduk yang dibawa warga diantaranya bertuliskan Jeruji Besi Rumah Untuk Koruptor, Tegakan Keadilan Di Desa Jompo Kalimanah, Korupsi Menghambat Pembangunan Di Desa Jompo, Jangan Lindungi Yang Salah, Mohon Pejabat Jangan Bohongi Rakyat.

Usai berorasi lima perwakilan dipersilahkan masuk untuk beraudiensi dengan pihak kejaksaan. Lima perwakilan warga diterima oleh Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Purbalingga, Mayer Volmar Simanjutak, Kasi Intel Budhi Santoso dan Jaksa Fungsioner Fahmi Idris.  Selanjutnya dilakukan dengar pendapat dengan perwakilan warga.


Inti penyampaian warga yaitu meminta kejelasan laporan terkait dugaan penyalahgunaan wewenang Kepala Desa Jompo terkait pembangunan jembatan dan legalitas Peraturan Desa (Perdes) tentang penjualan bengkok desa. Selain itu, disampaikan dugaan penyimpangan lainnya yang dilakukan oleh Kepala Desa Jompo.

Menanggapi aspirasi warga, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Purbalingga, Mayer Volmar Simanjutak menyampaikan, bahwa permasalahan warga Desa Jompo sudah ditindaklanjuti oleh kejaksaan serta Inspektorat Purbalingga. Sampai sekarang laporan tersebut sudah berproses. Dan hasil penelitian dari Inspektorat akan dikirimkan kepada pihak desa atau BPD.

Usai penyampaian jawaban dari pihak Kejaksaan Negeri Purbalingga, para perwakilan kemudian keluar kantor kejaksaan. Selanjutnya massa meninggalkan  kantor Kejaksaan Negeri Purbalingga dengan pengawalan dari polisi Polsek Kalimanah dan Satsabhara Polres Purbalingga kembali ke Desa Jompo. (Agus P)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda